POLMAN – Sebanyak 13 kasus campak klinis ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Menanggapi temuan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulbar bersama Dinkes Polman dan pemerintah setempat bergerak cepat melakukan langkah pengendalian untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Plt. Kepala Dinkes Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan penanganan segera dilakukan begitu laporan kasus diterima. Tim gabungan turun lapangan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap kontak erat, mulai dari tetangga, teman sekolah, hingga teman bermain penderita.
“Gerak cepat yang dilakukan tim kesehatan di Polman adalah wujud nyata implementasi visi Sulbar Maju dan Sejahtera yang dicanangkan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, dengan misi membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter melalui Quick Wins Sulbar Sehat,” ujar Nursyamsi, Kamis (25/9/2025).
Selain PE, upaya lain yang dilakukan yakni pengambilan spesimen pada kontak erat bergejala, edukasi kesehatan kepada keluarga, serta koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa. Petugas imunisasi juga dilibatkan untuk mengevaluasi status imunisasi anak-anak di wilayah terdampak.
Tak hanya itu, edukasi masyarakat terkait penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) digencarkan melalui kegiatan Posyandu.
Nursyamsi menekankan, campak merupakan penyakit yang sangat menular namun bisa dicegah dengan imunisasi. Karena itu, capaian imunisasi dasar lengkap harus terus dikejar agar kejadian luar biasa (KLB) tidak terulang.
“Ini pengingat bagi semua pihak bahwa imunisasi merupakan benteng utama melindungi anak dari campak maupun penyakit menular lainnya,” katanya.(*)






