MAMUJU, editorial9.com – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KominfoSS) Sulawesi Barat mendorong penyuluh pertanian menguasai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas penyuluhan sekaligus menjawab tantangan pertanian modern yang semakin berbasis teknologi.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, dalam Forum Koordinasi Pendayagunaan Penyuluh Pertanian Provinsi Sulawesi Barat yang digelar di Aula Poltekkes Kemenkes Mamuju. Peningkatan kompetensi AI bagi penyuluh pertanian juga menjadi salah satu penekanan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK).
Ridwan mengatakan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan tidak lagi bisa dipandang sebagai tren semata, melainkan sudah menjadi kebutuhan yang harus dikuasai, termasuk oleh para penyuluh pertanian.
“Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Secara teknis, pengetahuan AI ini akan membuka cakrawala baru bagi penyuluh. Mereka diajarkan bagaimana kecerdasan buatan mampu melakukan analisis data pertanian yang rumit, membaca prediksi cuaca secara akurat, hingga mendeteksi jenis hama dan penyakit tanaman lewat teknologi AI,” terang Ridwan, Selasa (14/7/2026).
Menurut Ridwan, Pemerintah Provinsi Sulbar telah memulai penguatan kompetensi digital melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sejak 2025. Program tersebut diawali dengan pengukuran kompetensi digital ASN, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bagi pejabat pemerintah daerah se-Sulbar, tenaga pendidik, siswa, hingga pelaku usaha.
Pada tahun ini, Pemprov Sulbar kembali menjalin kerja sama dengan Kaizen Collaborative Impact melalui program inisiatif ASEAN Foundation dan Google.org yang berfokus pada penguatan literasi digital, termasuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Program tersebut telah menjangkau 70 sekolah di Sulawesi Barat dengan total sekitar 26.000 peserta, terdiri atas sekitar 24.000 siswa SMA/SMK dan sekitar 2.200 guru.
Selain sektor pendidikan, program literasi digital bagi pelaku UMKM juga mulai dijalankan sejak 2 Mei 2026 dengan fokus pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan usaha. Pemprov Sulbar juga terus mendorong pelatihan serupa bagi ASN dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), terutama dalam pemanfaatan teknologi terkini.
Melihat capaian tersebut, Ridwan menilai pola pelatihan yang telah berjalan dapat diperluas melalui kolaborasi untuk meningkatkan literasi digital para penyuluh pertanian di Sulawesi Barat. Dengan penguasaan AI, penyuluh diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif kepada petani melalui pemanfaatan analisis data, prediksi cuaca, hingga deteksi dini hama dan penyakit tanaman.(*)






