KPID Minta Iklan Kampanye yang Libatkan Anak dan ASN Dihilangkan

  • Whatsapp
Pengawasan iklan kampanye Pilkada, oleh jajaran KPID Sulbar.(Dok : Ist)

Mamuju – editorial9 – Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, pada empat Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, telah memasuki tahapan kampanye di media elektronik dan media cetak, sejak 22 November-5 Desember 2020.

Terkait pelaksanaan Kampanye Paslon tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat dalam menjalankan tupoksinya, pun membentuk tim pemantau pemberitaan penyiaran dan iklan kampanye Pilkada serentak tahun 2020 di lembaga penyiaran.

Bacaan Lainnya

Komisioner KPID Sulbar Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Busran Riandhy menyampaikan, bahwa khusus Pilkada Mamuju, pihaknya telah melakukan rapat dengan KPU, Bawaslu dan LO Paslon.

“KPID meminta agar materi iklan kampanye yang melibatkan ASN dan anak-anak dihilangkan agar tidak melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) dan aturan pilkada,” ucap Busrang, Selasa, 25/11/20.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar lembaga penyiaran dalam menayangkan iklan kampanye, tetap menjaga prinsip keberimbangan dan netralitas dalam menayangkan pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye Pilkada.

“Kami berharap lembaga penyiaran yang menjalin kerjasama dengan KPU Kabupaten yang ber Pilkada, untuk senantiasa tetap menjaga prinsip keberimbangan,” harapnya.

Mantan Ketua Bawaslu Periode 2012-2017 ini menyebutkan bahwa Iklan kampanye pada lembaga penyiaran, dapat menjadi salah satu referensi bagi pemilih dalam menentukan pilihan dan menitipkan amanahnya, pada pemimpin daerah untuk 5 Tahun kedepan.

Sementara itu, Staf Pemantau yang juga penanggungjawab penerimaan pengaduan KPID Sulbar , Sutarmin menyebutkan, bahwa memasuki tiga hari masa penayangan iklan kampanye di LP, tidak ditemukan adanya pelanggaran.

“Hanya saja, dalam melakukan pemantauan khususnya radio LPS dan LPPL kadang siaran yang dipancarkan radio, kedengarannya timbul tengelam sehingga agak sulit melakukan pengawasan secara maksimal,” sebut Sutarmin.

Sutarmin juga menuturkan, bahwa saat ini terdapat Tiga Radio yang kerjasama KPU Mamuju, yakni RRI (LPP) Radio Dimensi FM di Frekuensi 102,7 (LPS) dan RAS FM di Frekuensi 95,2 MHz (LPPL).

“Radio milik Pemda Mamuju ini, baru terpantau mengudara dan menayangkan iklan kampanye, pada pukul 15.28 dihari ke 3 penanyang iklan kampanye,” tuturnya.

Diwaktu yang sama, Anggota bidang PIS KPID Sulbar, Ahmad Syafri Rasyid, menyebutkan bahwa secara teknis KPID Sulbar dalam menjalankan pengawasan dan pemantauan, telah menugaskan 6 orang staf pemantau, dengan dukungan 6 Alat Monitor pengawasan untuk Televisi dan 3 Radio.

“Dan untuk pemantau di Pilkada Mamuju Tengah, Majene dan Pasangkayu, KPID Sulbar membentuk tim untuk monitoring di 3 Kabupaten tersebut,” sebut Ahmad Syafri.(Advetorial)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *