MAMUJU — Even tahunan Manakarra Fair yang digelar melalui kolaborasi Pemprov Sulawesi Barat dan Pemkab Mamuju kembali mencuri perhatian nasional. Ajang tersebut berhasil meraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia sebagai penyelenggara festival terbaik tingkat provinsi.
Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus dorongan baru bagi pemerintah dan masyarakat Sulbar untuk terus membangun daerah melalui gelaran event kreatif dan berdampak ekonomi.
Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Andi Bau Akram Dai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Manakarra Fair. Menurutnya, event yang digelar setiap tahun ini menghadirkan dampak positif, terutama bagi pelaku UMKM lokal.
“Setiap tahun Manakarra Fair membawa manfaat besar bagi masyarakat dan UMKM. Ini juga sejalan dengan visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan daerah yang selalu memberikan ruang bagi Dispar Sulbar untuk terus berinovasi.
“Kami sangat menghargai kepercayaan Gubernur dan Wakil Gubernur. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkolaborasi demi kesuksesan Manakarra Fair,” tambahnya.
Peran legislatif juga dinilai sangat penting dalam keberlanjutan event tersebut. Akram menyampaikan apresiasi kepada Suraidah Suhardi dan Febrianto Wijaya selaku founder Manakarra Fair yang terus memberikan support.
Sementara itu, Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Sulbar, Abdi Yansya Hijrah, mengungkapkan bahwa Manakarra Fair selalu menghadirkan dampak ekonomi signifikan setiap tahun. Pada penyelenggaraan 2025, event tersebut mencatat transaksi hingga Rp 8 miliar, trafik kunjungan 38.000 orang, serta okupansi hotel mencapai 80 persen.
“Ini bukan hanya angka, tapi multiplier effect yang meningkatkan nilai ekonomi masyarakat Sulbar,” tegasnya.
Pemerintah berharap Manakarra Fair terus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi kreatif dan kebanggaan daerah. Event tersebut dinilai mampu menguatkan identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.(*)






