Sulbar – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulawesi Barat (Sulbar) mengecam aksi penganiayaan yang dilakukan empat orang istri oknum polisi, di Kabupaten Mamasa.
Hal itu disampaikan Ketua IWO Sulbar, Muh. Said, melalui press rilis Humas IWO Sulbar, Selasa, 31/10/23.
Tindakan main hakim sendiri oleh anggota Bhayangkari tersebut, sudah mencoreng nama baik institusi Polri.
Pihaknya mendesak pihak kepolisian memproses masalah itu secara adil dan transparan, Menurutnya, korban Antyka Nurdiana merupakan wartawan aktif dan saat ini terdaftar di lembaga IWO.
“Bahkan saat kejadian korban ini baru saja selesai meliput di kantor BPKD Mamasa,” jelas pria yang akrab disapa Edo itu.
Kata Edo, lepas apapun motifnya, IWO Sulbar menyesalkan adanya tindakan main hakim sendiri. Apalagi, aksi arogansi yang dipertontonkan warga lingkungan Polres Mamasa bukan kali ini saja terjadi.
“Beberapa minggu lalu, video oknum anggota Polres Mamasa mengajak seorang wartawan adu jotos viral di media sosial,” ujarnya.
Hal ini, kata Edo, menjadi perhatian publik terkait pelayanan kepolisian di Mamasa.
“Masalah ini tidak bisa dianggap kecil, Polres Mamasa ada apa, bagaimana sebenarnya kapolres membina anggotanya,” kata Edo, heran.
Pihaknya pun meminta Polda Sulbar hingga Mabes Polri mengevaluasi kinerja Polres Mamasa.
“Karena kenapa, ini jadi pukulan psikologis bagi masyarakat jika harus berhadapan dengan oknum keamanan atau pun dengan oknum anggota Bhayangkari,” tutupnya.(*)






