Optimis Capai 4 Persen Tingkat Inflasi Nasional 

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, saat mengikuti Rakor pengendalian inflasi daerah, secara virtual, Rabu, 08/02/23.

Sulbar – editorial9 – Pemerintah nasional , menargetkan secara moderat Indonesia harus mencapai 4 persen tingkat inflasi.

Hal itu disampaikan Mendagri, Tito Karnavian, saat Rakor pengendalian inflasi daerah, secara virtual, Rabu, 08/02/23.

Bacaan Lainnya

“Kita, harus optimis mencapai angka 4 persen, dengan 4 persen itu barang-barang akan semakin terjangkau dan cukup tersedia,” ucap Tito.

Selain itu ia menambahkan, bahwa pihaknya memahami betul saat ini terjadi ketidakstabilan harga dan perekonomian di luar negeri, yang dinilai akan berdampak juga pada Indonesia.

“Ini masalah perut, jika tidak ditangani secara baik maka akan menimbulkan anarkis di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, menjelaskan bahwa Rakor tersebut dalam rangka pengendalian inflasi di daerah-daerah. yang berkonsent pada pemerintah daerah itu sendiri.

“Yang mana saat ini, menjelang hari raya bulan suci ramadan dan idul fitri, maka akan tercipta kecenderungan penyebab inflasi di masing-masing wilayah termasuk Sulbar,” jelas Idris.

Olehnya itu, diperlukan antisipasi terkait kecenderungan ketidakstabilan harga bahan pangan, dimulai dari beras bawang dan distribusi kebutuhan-kebutuhan lain seperti minyak goreng. Hal tersebut, harus terpenuhi bagi masyarakat Sulbar.

“Sulbar utama Kabupaten Mamuju dinilai bagus, kita terendah di pulau Sulawesi jadi kita Insya Allah aman-aman saja,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Sulbar, Masriadi Nadi Atjo mengatakan, Mendagri senantiasa melakukan rapat koordinasi di tiap daerah, dalam rangka kestabilan harga kebutuhan pangan bagi warga masyarakat Indonesia.

“Penting untuk terus menjaga kestabilan inflasi terutama bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Sulbar agar tetap terjaga dari segi inflasi,” terang Masriadi.

Dia menyebutkan, salah satu program dari Mendagri di tiap daerah ialah untuk rajin melakukan dan mensurvei harga di pasaran.

“Komunitas- komunitas apa saja, yang menjadi penyebab inflasi dan ketidakstabilan bahan pangan tentunya akan intervensi,” tuturnya.

Berdasarkan data BPS Pada Januari 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,98.

Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 7,78 persen dengan IHK sebesar 119,97 dan terendah terjadi di Sorong sebesar 3,23 persen dengan IHK sebesar 112,02. (Farid)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *