Sulbar – PJ Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh, menghadiri rapat paripurna HUT Sulbar ke-19, di Kantor DPRD Sulbar, Jumat, 22/09/23.
Dalam kesempatan itu, Prof Zudan menyampaikan beberapa hasil yang diperoleh sejak Sulbar sejak berdiri hingga saat ini.
“Kami semua yang berada dalam titik saat ini adalah pelari estafet marathon yang berlari melanjutkan larinya para pendahulu, kami tidak mengawali dari titik nol termasuk gubernur yang pertama Bapak Untarto,” ucap Zudan Arif.
“Itupun demikian, tidak mengawali dari nol karena kabupaten kota kabupatennya sudah ada terlebih dahulu sejak Masi tergabung di Sulawesi Selatan,” sambungnya.
Ia menjelaskan, bahwa saat pertama kali ditugaskan Presiden untuk menjadi PJ Gubernur Sulbar, ia mendapat 8 arahan pokok dari Presiden RI, Jokowidodo.
“Yakni Inflasi, kemiskinan, stunting, produk dalam negeri, ijin investasi, pengoptimalan potensi daerah, mempersiapkan pemilu serentak 2024 dan menjaga kerukunan umat beragama,” jelasnya.
Alhamdulillah, kata Zudan, Sulawesi Barat sampai sekarang berada di kisaran inflasi 2,2, bahkan di bulan Juli dan Agustus inflasi Provinsi Sulawesi Barat itu terendah di seluruh Indonesia dan menepati peringkat ke 5.
“Presiden Jokowi telah menargetkan tahun 2024 tidak ada lagi kemiskinan ekstrem, oleh karena itu, semua program di APBD harus kita fokuskan untuk mengenalkan kemiskinan ekstrem itu,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen pemerintahan di Sulbar, memiliki frekuensi yang sama untuk bekerjasama menurunkan sampai ke titik nol. Arahan ketiga terkait dengan stunting, dimana presiden ingin menurunkan stunting di tahun 2024 menjadi 4 belas persen.
“Nah hasil penimbangan dan pengukuran sampai dengan di bulan Agustus ini, bayi di Sulawesi Barat kurang lebih 115.000 bayi saat ini sudah kita timbang, dan prosentase yang stunting di kita kurang lebih ada di kisaran 26-27%, ini harus kita tekan lagi sehingga berada di bawah 14%,” tutupnya.(*)






