Wonomulyo, Bertempat di Hotel Calista Wonomulyo, pelantikan pengurus Asosiasi Agripreneur Sibaliparri periode 2025–2027 resmi digelar. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya pemberdayaan pemuda dan pengembangan sektor agribisnis di Kabupaten Polewali Mandar, Selasa, 27/05/2025.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Pembenihan dan Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat yang juga merupakan Dewan Pembina Asosiasi, Mulyadi, S.P., M.SP. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap semangat anak muda yang ingin maju di sektor pertanian. “Anak muda ini punya semangat kuat untuk membangun sebuah kebersamaan, tentunya menjadi agripreneur di bidang pertanian,” ujarnya.

Struktur kepengurusan yang baru dilantik terdiri dari:
Ketua Umum: Muh. Fadli, S.P
Wakil Ketua Umum: Amir Mahmud
Sekretaris Umum: Muhammad Fadhiel
Bendahara Umum: Makmur
Koordinator Lapangan: Rio Sasmito
Ketua Umum, Muh. Fadli, dalam sambutannya menyatakan bahwa asosiasi ini merupakan wadah bagi pemuda untuk bersinergi membangun ekonomi desa berbasis potensi pertanian dan perkebunan. “Kita sebagai pemuda-pemudi harus mampu melihat peluang di desa masing-masing dan menjadikannya sebagai bisnis. Kita juga harus mengembangkan soft skill dan hard skill melalui pelatihan-pelatihan,” tegasnya.
Rio Sasmito, Ketua Panitia, menyebut pembentukan asosiasi ini sebagai langkah strategis pemuda dalam mengoptimalkan potensi sektor pertanian. “Pemuda memiliki peran signifikan untuk membangun daerah. Inilah alasan asosiasi ini lahir,” katanya.
Pelantikan dihadiri oleh berbagai tokoh dan elemen masyarakat, di antaranya:
Kepala UPTD Balai Proteksi Pembenihan dan Perkebunan
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polman, Kaharuddin, S.Pt., M.Si
Mitra dari PT. Mars Symbiosicience Indonesia
Perwakilan organisasi pemuda: Jaringan Pertanian Nasional, Lingkar Mahasiswa Tapango, dan Karang Taruna Desa Kurma.
Dalam pesannya, Kaharuddin berharap pengurus mampu mengelola organisasi dengan transparan dan akuntabel. “Kami berharap Asosiasi Agripreneur Sibaliparri bisa menjadi komunitas andalan, baik untuk ekspor maupun non-ekspor,” ujarnya.
Erwin Sunarso, Dewan Pengarah, menambahkan bahwa tahun ini adalah tahun kolaborasi. “Kami akan develop pengusaha muda yang ada di Polewali Mandar melalui jaringan kerja sama yang luas,” jelasnya.
Asosiasi ini lahir dari semangat budaya lokal sibaliparri—sebuah filosofi yang menekankan kerja sama dan gotong royong. Tujuannya adalah membentuk pengusaha-pengusaha muda yang inovatif, memanfaatkan teknologi dan informasi untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Adapun program kerja jangka pendek asosiasi antara lain:
Pengurusan legalitas lembaga
Pembentukan sekretariat di beberapa kecamatan
Pelatihan Good Agriculture Practice untuk kebun kakao
Pelatihan pembibitan kakao
Meski masih dalam proses legalisasi, antusiasme peserta terhadap kehadiran asosiasi ini sangat tinggi. Mereka berharap asosiasi ini menjadi motor penggerak kemajuan pertanian di daerah.
Asosiasi Agripreneur Sibaliparri hadir sebagai bentuk konkret dari kolaborasi pemuda, pemerintah, dan swasta untuk menciptakan ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.






