MAMUJU — Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) menggelar pelatihan imam dan khatib tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan ini diikuti para dai, imam masjid, dan khatib dari berbagai kecamatan di Mamuju.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber berkompeten guna meningkatkan kapasitas peserta dalam menyampaikan khutbah yang baik, relevan, serta menyejukkan bagi masyarakat.
Selain peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Hadir sebagai pemateri Ustaz Taufik. Turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju, Namru Asdar. Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Rusli, penyuluh agama dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat.
Kepala Biro Pemkesra Mamuju, Murdanil, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran imam dan khatib sebagai pembina umat di tengah masyarakat.
“Imam dan khatib memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan masyarakat. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan penyusunan khutbah dan teknik retorika yang baik agar pesan yang disampaikan mudah dipahami dan menyentuh jamaah,” ujar Murdanil.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan.
“Program ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam penguatan sumber daya manusia dan nilai-nilai keagamaan,” katanya.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih profesional, serta memberikan kontribusi positif dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan kondusif di Kabupaten Mamuju. (Rls)






