Pemprov Sulbar Buka Wawancara JPT ke Publik

MAMUJU — Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memasuki tahap akhir. Proses wawancara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S Mengga dan Sekretaris Daerah Provinsi Junda Maulana ini dapat disaksikan secara langsung oleh publik melalui siaran daring.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyatakan dukungannya terhadap penerapan digitalisasi dalam tahapan seleksi tersebut. Menurutnya, penyiaran langsung proses wawancara merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital sekaligus memperkuat transparansi tata kelola pemerintahan.

Bacaan Lainnya

“Digitalisasi seleksi JPT ini bukan sekadar soal siaran langsung, tetapi bagian dari transformasi cara pemerintah bekerja, yang lebih terbuka, akuntabel, dan dapat diawasi publik,” ujar Ridwan, melalui pres rilis Humas Pemprov Sulbar, Minggu, 14/12/25.

Ridwan menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital dalam proses seleksi pejabat strategis menjadi instrumen penting untuk meminimalkan ruang spekulasi serta persepsi negatif terhadap proses rekrutmen aparatur sipil negara. Dengan keterbukaan informasi, masyarakat dapat menilai langsung jalannya proses seleksi secara objektif.

“Dengan disiarkan secara live, masyarakat dapat melihat langsung prosesnya. Ini adalah bentuk transparansi sekaligus upaya membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbukaan dalam proses strategis seperti seleksi JPT mencerminkan penerapan prinsip good governance. Menurutnya, publik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga saksi dari proses pengambilan keputusan yang berlangsung di lingkungan pemerintahan.

Ridwan menilai inovasi tersebut sejalan dengan agenda reformasi birokrasi dan visi Pemprov Sulbar untuk mewujudkan pemerintahan yang modern, responsif, serta berbasis digital. Transformasi digital, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja dan pola pikir birokrasi.

“Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja dan pola pikir birokrasi. Seleksi JPT yang terbuka ini adalah contoh konkret bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat integritas sistem pemerintahan,” ungkapnya. (Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *