Petani Polman Tewas di Sawah, Ada Luka di Kepala

Petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi jenazah seorang petani yang ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dusun Lemo Tua, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Minggu (2/8). Korban ditemukan dengan luka di bagian kepala dan kasusnya masih dalam penyelidikan polisi. Foto: (Dok. Humas Polres Polman).

POLMAN, editorial9.com – Seorang petani bernama Mo’in (49) ditemukan tewas di area persawahan Dusun Lemo Tua, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman. Korban ditemukan dengan luka di bagian kepala. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (2/8) sore. Penemuan korban pertama kali dilaporkan warga kepada aparat desa sekitar pukul 17.05 Wita. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Binuang.

Bacaan Lainnya

Menerima informasi itu, personel Polsek Binuang bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Polman langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengidentifikasi korban, serta mengumpulkan keterangan para saksi.

Korban diketahui bernama MO’in (49), warga Dusun Lemo, Desa Kuajang. Sehari-hari, korban bekerja sebagai petani sekaligus mengumpulkan kelapa yang jatuh dari pohon milik warga untuk dijual.

“Berdasarkan keterangan saksi, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di bawah pohon kelapa dengan luka di bagian kepala. Warga yang melihat kejadian itu, kemudian meminta bantuan warga lainnya sebelum melaporkannya ke polisi,” ucap Kapolsek Binuang IPTU Rahman.

Rahman mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat dengan berkoordinasi bersama Polres Polman.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami segera mendatangi lokasi bersama personel Polres Polman untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan para saksi. Namun demikian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut,” kata Rahman.

Usai olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSU Hj Andi Depu Polewali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengevakuasi korban, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang yang diduga milik korban serta satu buah kelapa yang ditemukan di lokasi kejadian.

Rahman menegaskan, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta penyelidikan kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas, terutama ketika bekerja seorang diri di area perkebunan maupun persawahan. Kami juga meminta masyarakat, tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan selesai,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *