POLMAN, editorial9.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, menyatakan telah mengambil dua langkah untuk menangani dugaan manipulasi data nasabah dan pencairan pinjaman fiktif di Unit Wonomulyo, Polman. Selain membawa kasus itu ke ranah hukum, perusahaan berjanji memulihkan data para korban dengan membersihkan catatan mereka di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Pemimpin Regional PNM Mekaar, Taufiq Marzuki, seusai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) gabungan di Kantor DPRD Polman, Kamis, 06/08/26.
“Terkait aduan masyarakat yang merasa datanya dimanipulasi, terus pencairan kreditnya yang fiktif, pertama ada dua langkah yang kami lakukan,” kata Taufiq.
Langkah pertama, kata dia, adalah menyerahkan penanganan dugaan keterlibatan oknum karyawan kepada aparat penegak hukum. Menurut Taufiq, proses hukum telah berjalan dan laporan resmi telah disampaikan kepada kepolisian.
“Yang pertama, oknum-oknum yang terlibat itu sudah berproses hukum, sudah dilaporkan,” ujarnya.
Meski demikian, Taufiq enggan mengungkap jumlah oknum yang telah diperiksa. Menurut dia, informasi tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik.
“Oknumnya itu ranah penyidikan, bapak ibu. Silakan koordinasi langsung dengan penyidik, karena sudah kami serahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum,” katanya.
Ia memastikan para nasabah yang diduga menjadi korban juga telah membuat laporan ke kepolisian. Sementara itu, pihak PNM telah memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan sebagai saksi.
“Nasabah juga sudah melapor. Pihak PNM juga sudah dipanggil untuk jadi saksi, sudah ada juga karyawan kami yang di-BAP oleh kepolisian. Namun ini masih tahap penyelidikan,” ujarnya.
Selain menempuh jalur hukum, PNM menyatakan akan memulihkan data para nasabah yang terdampak dengan membersihkan catatan pinjaman mereka di SLIK OJK. Langkah itu dilakukan agar korban tidak lagi terkendala saat mengakses pembiayaan di lembaga keuangan lain.
“Jadi kemudian untuk pemulihan data nasabah, saya tadi sudah sampaikan di forum terhormat ini, bahwa kita akan melakukan pemulihan data nasabah di SLIK OJK. Kami akan bersihkan semua,” kata Taufiq.
Menurut dia, proses pemulihan telah dimulai terhadap 16 nasabah yang dokumennya dinilai telah lengkap. Pembersihan data dilakukan agar nama para korban tidak lagi tercatat memiliki pinjaman yang tidak pernah mereka ajukan.
“Kami akan bersihkan. Ada 16 data nasabah yang kami anggap lengkap untuk bisa kami proses agar SLIK-nya bisa segera bersih, sehingga nasabah-nasabah atau masyarakat yang merasa disalahgunakan identitasnya oleh oknum karyawan kami bisa segera melakukan pencairan di lembaga keuangan lain,” tutupnya.(Mp)






