Sulbar – editorial9 – Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Sulbar, Abdul Rahim, meminta Pemda, pengurus KONI Provinsi dan Kabupaten Mamuju, agar duduk bersama, membicarakan kembali terkait rencana pelaksanaan Porprov 2022.
Pernyataan tersebut disampaikan, menyusul munculnya wacana pengalihan Porprov 2022 ke 2022 ke daerah lain, oleh Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar (ABM), usai menghadiri Raker KONI Sulbar, beberapa waktu lalu.
“Kita berharap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik dan menemukan titik terang. Karena ini, menyangkut jaminan ketersedian venue atau sarana dan prasarana Cabor yang akan dipertandingkan,” ucap Rahim, Sabtu, 09/04/22.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa DPRD Provinsi Sulbar, telah menyetujui alokasi anggaran dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Rp. 10 Miliar ke Pemkab Mamuju, dalam rangka pembangunan infrastruktur olahraga.
“Saya minta kepala BPKPD, Sulbar untuk segera menyelesaikan proses administrasi dan pencairannya,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sulbar itu.
“Dan untuk Dinas PU PR Sulbar, untuk segera berkoordinasi dengan pihak PU Mamuju, agar bisa segera dimulai pembangunan sarana yang diperlukan. Jangan ditunda-tunda lagi,” sambungnya.
Rahim juga meminta, agar dalam proses penyelesaian masalah menuju Porprov tersebut, tetap mengedepankan koordinasi yang elegan, ketimbang menunjukkan ego.
“Porprov ini, bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga dan atlit kita di enam kabupaten di Sulbar dan itu akan ditonton ratusan ribu masyarakat Sulbar dan diluar Sulbar,” bebernya.
Lebih lanjut politisi Partai NasDem itu menuturkan, bahwa dibutuhkan komitmen dan keseriusan untuk memajukan olahraga di Sulbar.
“Porprov ini, merupakan etalase dan marwah kita bersama, kalau sampai dipindahkan apalagi gagal, maka menurut saya ini akan memalukan kita semua,” tutupnya.(Has/Mp)






