PUPR Sulbar Siapkan Perbaikan Irigasi Papalang 4,8 Km

Tim Dinas PUPR Sulawesi Barat saat melakukan identifikasi kondisi bendung dan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Papalang, Kabupaten Mamuju, sebagai dasar penentuan kebutuhan perbaikan saluran dan normalisasi sedimen bendung. Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAMUJU, editorial9.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan perbaikan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Papalang, Kabupaten Mamuju, dengan total panjang saluran sekitar 4,8 kilometer.

Penanganan tersebut meliputi peningkatan saluran irigasi pompa sepanjang 1.172 meter, peningkatan atau rehabilitasi saluran yang bersumber dari bendung sepanjang 3.625 meter, serta penggalian sedimen pada bendung.

Bacaan Lainnya

Upaya ini dilakukan berdasarkan hasil identifikasi kondisi infrastruktur irigasi untuk meningkatkan fungsi pengairan dan mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian seluas 2.245 hektare.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Sulawesi Barat, Suriana Zain, mengatakan identifikasi lapangan menjadi dasar untuk menentukan jenis dan prioritas penanganan infrastruktur di DI Papalang.

Dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026), Suriana menjelaskan bahwa kondisi fisik bendung dan jaringan saluran menjadi perhatian dalam menentukan kebutuhan perbaikan.

“Hasil identifikasi ini menjadi dasar untuk menentukan jenis dan prioritas penanganan. Pekerjaan galian sedimen pada bendung diperlukan untuk mengatasi material endapan yang berpotensi mengganggu fungsi pengaliran dan pengambilan air, sedangkan peningkatan saluran ditujukan untuk memperbaiki kinerja jaringan dalam menyalurkan air menuju lahan pertanian,” ujarnya.

Menurut Suriana, perbaikan saluran dan penggalian sedimen diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air serta mengoptimalkan fungsi bangunan pengambilan air. Dengan demikian, distribusi air ke areal pertanian dapat berjalan lebih efektif.

Penanganan ini juga dinilai penting untuk mengantisipasi potensi penurunan ketersediaan air saat musim kemarau dan ancaman El Niño yang dapat memengaruhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Kepala Dinas PUPR Sulawesi Barat, Surya Yuliawan Sarifuddin, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur sumber daya air harus dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami mendorong agar setiap intervensi infrastruktur sumber daya air dilakukan secara terukur, mulai dari identifikasi kondisi, penetapan prioritas, hingga pelaksanaan pekerjaan dan evaluasi fungsinya. Dengan begitu, anggaran penanganan irigasi dapat memberikan manfaat optimal dalam menjaga layanan air pertanian dan mendukung produktivitas petani,” tegasnya.

PUPR Sulawesi Barat menargetkan capaian penanganan daerah irigasi tahun ini sebesar 23,18 persen. Pemerintah provinsi berkomitmen meningkatkan capaian layanan secara bertahap hingga 100 persen sesuai perencanaan, prioritas teknis, dan ketersediaan sumber daya.

Perbaikan jaringan irigasi Papalang, diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat infrastruktur pengairan, menjaga ketersediaan air bagi pertanian, dan mendukung ketahanan pangan daerah.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *