Puskesmas di Mamuju Mulai Salurkan PMT

Salah satu petugas gizi di salah satu Puskesmas di Mamuju, saat memberikan PMT ke salah seorang ibu penerima.

Mamuju – Dinkes Kabupaten Mamuju, melalui puskesmas mulai melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bersumber dari pangan lokal protein tinggi.

Hal itu disampaikan Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Mamuju, Dewi Sundari, Kamis,14/09/23.

Bacaan Lainnya

“Hingga kini, sudah 18 puskesmas di Kabupaten Mamuju yang sudah membuka dapur dan mulai melayani pemberian PMT,” ucap Dewi.

Ia menambahkan, untuk Puskesmas Botteng, Salissingan, Ranga-Rangam, Keang, dan Karama masih dalam tahap persiapan.

“Namun, pekan ini kelima puskesmas tersebut juga mulai beroperasi,” tambahnya.

Menurut Dewi, makanan yang diberikan mengandung protein tinggi hewani dan nabati. Dapat berupa ikan, daging ayam, telur, tahu, tempe, hingga bahan pangan lainnya.

“Selain itu, ada pula sayur dan buah-buahan. Bahan pangan tersebut disesuaikan dengan wilayah sasaran,” bebernya.

Secara tehknis, selama 90 hari balita dan ibu hamil akan menerima makanan tambahan dan akan didampingi oleh Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) dari Puskesmas.

“Untuk memastikan, makanan yang disajikan sesuai dengan kebutuhan asupan gizi penerima,” ujarnya.

“Menu dan komposisi makanan yang disajikan bervariasi. Dalam seminggu, enam hari itu kudapan. Bisa berupa kue, sup atau jenis makanan lain yang kaya gizi. Satu harinya makanan lengkap, makanan berat,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, pihaknya juga akan memonitoring dan mengevaluasi secara periodik.

“Mulai dari catatan dan laporan secara berjenjang dan berkesinambungan terhadap data sasaran dan progres kegiatan,” terangnya.

Lebih lanjut Dewi menjelaskan bahwa dari data tersebut, Dinkes Mamuju akan menyusun kebijakan baru jika terdapat perkembangan terkini dalam program tersebut.

“Misalnya dari gizi balita atau ibu hamil yang diberikan PMT sudah membaik, maka kita akan mencari sasaran baru. Sebaliknya, jika ada yang belum selama 90 hari itu, kita akan laporkan untuk mencari solusi,” tutupnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *