MAMUJU – Proses seleksi Calon Pendamping Haji Daerah (PHD) Provinsi Sulawesi Barat untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026 resmi dimulai. Sebanyak 16 peserta lolos tahap awal dan mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) di Asrama Haji Mamuju, Kamis (22/1/2026).
Seleksi ini digelar di kantor sementara Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulbar. Peserta yang mengikuti CAT terdiri dari 14 calon pendamping layanan umum dan 2 calon pendamping layanan kesehatan. Setelah CAT, peserta masih harus melewati tahap wawancara.
Nantinya, hanya 9 orang yang akan dinyatakan lulus sesuai kuota PHD Sulbar 2026. Rinciannya, 5 pendamping layanan umum dan 4 pendamping layanan kesehatan. Mekanisme pengisian kuota, khususnya untuk layanan kesehatan, akan ditetapkan setelah seluruh tahapan seleksi rampung.
Seleksi PHD ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji, sejalan dengan arah pembangunan Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga melalui program Pancadaya, terutama pada pilar peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik.
Kepala Biro Pemkesra Setda Sulbar, Murdanil, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulbar terhadap pelaksanaan seleksi yang digelar Kemenhaj Sulbar.
“Sebagai mitra Kementerian Agama, Pemprov Sulbar mendukung penuh proses seleksi Pendamping Haji Daerah. Seluruh pendaftar telah diserahkan kepada Kemenhaj Sulbar sesuai mekanisme, termasuk melalui rekomendasi gubernur,” kata Murdanil.
Ia menegaskan seluruh proses seleksi hingga penetapan hasil akhir sepenuhnya menjadi kewenangan panitia seleksi Kemenhaj Sulbar, sehingga diharapkan berjalan objektif, transparan, dan sesuai regulasi.
Sementara itu, Panitia Seleksi Berkas Calon PHD Sulbar, Maqdum Ibrahim, mengungkapkan bahwa pendaftar awal mencapai 45 orang. Dari jumlah tersebut, 31 orang lolos verifikasi administrasi awal dan memperoleh rekomendasi gubernur.
“Setelah verifikasi lanjutan melalui aplikasi, hanya 16 peserta yang memenuhi persyaratan dokumen dan berhak ikut tes CAT serta wawancara,” ujar Maqdum.
Ia menjelaskan, sebagian peserta gugur karena kesalahan pengisian data dan ketidaksesuaian dokumen. Adapun peserta yang tersisa berasal dari beragam latar belakang, mulai dari tokoh agama, imam masjid, aparatur sipil negara, anggota Dharma Wanita, hingga masyarakat umum.
Seleksi ini menjadi penentu siapa yang nantinya dipercaya mendampingi jemaah haji Sulawesi Barat pada musim haji 2026.(*)






