POLMAN – editorial9.com – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Dusun 3 Taheo, Desa Tapango Barat, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Selasa (2/6/2026) siang. Seorang lansia bernama Rakiman (90) ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah yang dilalap si jago merah.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang rumah dan dengan cepat membesar karena bangunan didominasi material yang mudah terbakar.
Kepala Desa Tapango Barat, Abdul Hamad, mengatakan pemilik rumah, Nasiyah (65), sempat menyadari adanya kebakaran dan langsung menyelamatkan diri bersama anak perempuannya yang berusia 30 tahun.
“Warga Dusun 3 Taheo sempat geger karena api begitu cepat membesar dari area belakang rumah. Karena panik, Ibu Nasiyah langsung berlari keluar menyelamatkan diri bersama anaknya,” kata Abdul Hamad di lokasi kejadian.
Namun dalam situasi panik tersebut, Nasiyah tidak menyadari bahwa suaminya, Rakiman, masih berada di dalam rumah. Kondisi korban yang sudah lanjut usia dan sakit-sakitan membuatnya tidak mampu menyelamatkan diri.
“Karena situasi sangat mencekam, Ibu Nasiyah tidak menyadari bahwa suaminya, Bapak Rakiman, masih tertinggal di dalam rumah. Korban dalam kondisi sakit-sakitan dan sudah tidak berdaya, sehingga tidak mampu mengevakuasi diri secara mandiri hingga akhirnya meninggal dunia di dalam rumah,” ujarnya.
Melihat kobaran api semakin membesar, warga sekitar berupaya memutus aliran listrik di sekitar lokasi untuk mencegah kebakaran meluas ke rumah lainnya. Warga juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman, Imran, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 12.07 Wita.
“Laporan resmi masuk pada pukul 12.07 Wita. Kami segera menginstruksikan personel Regu B untuk bergerak bersama Pos Damkar Wonomulyo. Seluruh unit berangkat pukul 12.10 Wita,” ujar Imran saat dikonfirmasi.
Sebanyak empat unit armada pemadam diterjunkan ke lokasi, terdiri dari tiga unit dari Pos Induk Polewali dan satu unit dari Pos Damkar Wonomulyo. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.25 Wita dan langsung melakukan pemadaman.
“Dengan response time sekitar 15 menit, empat unit armada tiba di lokasi dan langsung melakukan operasi pemadaman untuk mencegah api meluas ke bangunan lain,” katanya.
Menurut Imran, proses pemadaman berlangsung lancar berkat dukungan berbagai pihak, termasuk personel TNI Babinsa, Polsek Tapango, petugas PLN, dan tim medis dari Puskesmas Perawatan Pelitakan.
Petugas berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar 20 menit menggunakan berbagai metode pemadaman, mulai dari pendinginan, penyelimutan, hingga pelokalisiran titik api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Sementara jenazah Rakiman berhasil dievakuasi petugas gabungan bersama warga setempat setelah api berhasil dipadamkan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait. Namun dugaan sementara, api berasal dari material tripleks di bagian belakang rumah yang terbakar, sebelum akhirnya merambat ke seluruh bangunan.(*)






