Sambut Pilkades, Unasman Bersama Bawaslu Berikan Pendidikan Pemilih

  • Whatsapp
Sosialisasi sosialisasi pendidikan pemilih, yang digelar mahasiswa Unasman bekerjasama dengan Bawaslu Polman, Senin, 20/09/21.(Dok : Mp)

Polman – editorial9 – Mahasiswa kampus Unasman Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), melalui Program Unasman Membangun Desa (PUMD), bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Polman, menggelar sosialisasi pendidikan pemilih, di Kantor Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Senin, 20/09/21.

Kegiatan bertema “Membentuk Karakter Yang Cerdas di Era Milenial Dalam Rangka Pilkades Serentak”, yang dibuka langsung oleh Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin itu, menghadirkan narasumber Kordiv Hukum, Humas Datin Bawaslu Kabupaten Polman,Usman dan melibatkan peserta dari kalangan pemuda dan tokoh masyarakat Desa Sidorejo.

Bacaan Lainnya

Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin, mengatakan bahwa agenda pendidikan pemilih sangatlah penting, karena tujuannya tidak lain adalah membangun kesadaran politik kalangan khususnya bagi kalangan milenial. Sehingga, nantinya dapat mengetahui pentingnya ikut andil dalam menentukan calon pemimpin di daerah kedepannya.

“Ketika, anak-anak kita sudah diberikan pemahaman, diberikan pencerahan, diberikan pengetahuan, bagaimana sebaiknya memilih seorang pemimpin. Ini akan menjadi tambahan wawasan bagi para pemuda kita,” ucap Chuduriah Sahabuddin.

Sementara itu, Kordiv Hukum, Humas Datin Bawaslu Kabupaten Polman,Usman, menjelaskan bahwa dalam rangka mendorong tercipatanya pemilih yang cerdas, Bawaslu dan kampus Unasman telah menjalin kerjasama, yang ditandai dengan ditandanganinya Memorandum of Understanding (MoU).

“Agenda ini, telah dua kali dilaksanakan yakni di Desa Duampanua dan kali ini di Desa Sidorejo. Kalau bisa kita juga bisa bekerjasama dengan pemerintah desa, dalam hal memberikan pendidikan politik bagi masyarakat,” ungkap Usman.

Bercermin dari sejarah, kata Usman, sebelum diselenggarakan Pemilu khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) secara langsung di Tahun 2005 silam, banyak pakar politik yang memberikan komentarnya bahwa cikal bakal lahirnya pemilihan langsung baik Pilpres, Pemilihan Bupati (Pilbup), Pemilihan Walikota (Pilwali) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub), semuanya bermula dari tingkat desa.

“Karena, sebelum kita mengenal pemilihan langsung, di desa itu sudah ada yang dinamakan pemilihan kepala desa. Sehingga saya bersepakat jika ada yang mengatakan untuk mengembangkan demokrasi, kita belajar dari desa. Karena, yang lebih awal melaksanakan pemilihan langsung, adalah desa,” tuturnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *