SDK Mau Demokrat Sulbar Tak Lagi Jadi Nomor Dua

Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar, Suhardi Duka (SDK), saat memberikan sambutan pada Musda V Partai Demokrat Sulbar di Mamuju, Sabtu (23/5/2026). (Dok. Istimewa)

MAMUJU – Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menegaskan Partai Demokrat Sulbar menargetkan posisi sebagai kekuatan politik utama di Sulawesi Barat pada Pemilu 2029 dan Pemilu daerah 2031.

Hal itu disampaikan SDK saat Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Sulbar di Mamuju, Sabtu (23/5/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam pidatonya, SDK memaparkan capaian suara Demokrat Sulbar pada Pemilu sebelumnya yang dinilai mengalami peningkatan signifikan dibanding Pemilu 2019.

“Pada pemilu lalu suara partai 4.764 dan suara caleg 99.603 sehingga total suara mencapai 100.439. Itu naik kurang lebih 20 ribu dibanding Pemilu 2019,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Demokrat Sulbar kini memasang target lebih besar pada Pemilu 2029 mendatang.

“Untuk 2029 kita target minimal 200 ribu suara,” tegasnya.

SDK mengakui kekuatan Demokrat Sulbar selama ini masih lebih banyak bertumpu pada figur kader dan tokoh dibanding kekuatan struktur partai. Hal itu terlihat dari dominasi suara caleg dibanding suara partai pada Pemilu DPRD Provinsi Sulbar.

“Kalau melihat data itu, kekuatan Demokrat Sulbar masih bertumpu pada kader dan tokoh, belum bertumpu pada struktur partai yang kita bangun,” katanya.

Karena itu, Demokrat Sulbar ke depan akan fokus memperkuat struktur organisasi hingga ke akar rumput agar suara partai meningkat lebih besar dibanding suara personal caleg.

“Partai harus membumi di Sulbar,” ujarnya.

Menurut SDK, Musda V Demokrat Sulbar menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal partai menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2031.

“Yang tadinya posisi kita nomor dua di tingkat provinsi, 2029 atau 2031 partai ini harus menjadi nomor satu di Sulbar,” katanya.

Dalam upaya memperbesar kekuatan politik partai, Demokrat Sulbar juga mulai aktif merekrut tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai daerah di Sulawesi Barat.

SDK menyebut bergabungnya sejumlah tokoh tidak lepas dari pendekatan personal serta citra Demokrat yang dinilai terbuka dan minim konflik internal.

“Mereka melihat Demokrat ini low profile, terbuka, dan friendly. Kami tidak punya konflik-konflik internal,” ujarnya.

Ia menambahkan budaya menjaga persatuan menjadi salah satu alasan banyak tokoh merasa nyaman bergabung dengan Demokrat.

“Selama 15 tahun terakhir Demokrat tidak ada konflik, dan itu yang mereka suka,” lanjutnya.

Selain merekrut tokoh, Demokrat Sulbar juga akan memperkuat regenerasi dengan melibatkan lebih banyak anak muda dan perempuan dalam struktur maupun aktivitas politik partai.

“Tentu kita tetap menggandeng kader lama, disinergikan dengan kader baru, termasuk generasi muda dan perempuan yang punya minat di dunia politik,” katanya.

SDK menegaskan tantangan menuju Pemilu 2029 dan Pilkada 2031 tidak akan mudah. Karena itu, seluruh kader diminta mulai memperkuat konsolidasi dan membangun struktur partai secara lebih solid sejak sekarang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *