MAMUJU — Tokoh politik Pasangkayu, M Yusri Nur, resmi kembali bergabung ke Partai Demokrat saat Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Sulbar di Maleo Hotel, Mamuju, Sabtu (23/5/2026).
Kembalinya Yusri ke partai berlambang mercy itu disebut menjadi tambahan kekuatan baru bagi Demokrat di Pasangkayu menghadapi Pemilu mendatang.
Yusri sendiri bukan sosok baru di Demokrat. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Pasangkayu pada 2012 sebelum kemudian berlabuh ke Partai Perindo dan NasDem.
Sebelum aktif di partai politik, Yusri juga diketahui pernah menjadi komisioner KPU Pasangkayu.
Ia mengungkapkan, kedekatannya dengan Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar, Suhardi Duka (SDK), sudah terjalin sejak masa kuliah. Menurutnya, SDK merupakan senior yang banyak memberi pengaruh saat aktif di organisasi mahasiswa.
“Sehingga karena saya sebagai junior, saat kalau permintaan, kita diskusi, tapi kalau sudah perintah, siap, ini karakter saya, asal perintah, siap,” kata Yusri.
Selama memimpin dua partai berbeda, Yusri dikenal mampu meningkatkan perolehan suara partai yang dipimpinnya. Ia bahkan sempat mengantarkannya duduk sebagai Anggota DPRD Sulbar pada Pemilu 2019.
Namun, satu tahun menjabat sebagai legislator, Yusri memilih mundur untuk maju pada Pilkada Pasangkayu.
Yusri mengaku dirinya memang selalu tertarik menghadapi tantangan baru dalam perjalanan politiknya. Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan dirinya beberapa kali berpindah partai politik.
Kini, setelah kembali ke Demokrat, Yusri mengaku mendapat mandat untuk mendongkrak suara partai di Pasangkayu pada Pemilu mendatang.
Target empat kursi DPRD Pasangkayu pun dipatok sebagai target yang harus dicapai.
“Sudah banyak tokoh masyarakat akan bergabung ke kita, saat ini sudah ada lima orang mantan anggota DPRD yang mau gabung dengan Demokrat,” ungkapnya.
Menurut Yusri, bergabungnya sejumlah tokoh tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Demokrat mulai kembali dilirik di Pasangkayu.
Ia optimistis kekuatan baru yang mulai terbentuk bisa menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan kursi Demokrat pada Pemilu mendatang.(*)






