Sekda Sulbar Minta Proyek Sekolah Rakyat Disekat

Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana, melihat langsung denah pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju saat meninjau progres pengerjaan, Selasa (28/7/2026). Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAMUJU, editorial9.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana, meminta seluruh area pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju yang belum rampung segera disekat. Langkah itu dilakukan agar aktivitas proyek tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan peserta didik yang dijadwalkan mulai masuk pada 31 Juli 2026.

Permintaan tersebut disampaikan Junda saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju, Selasa (28/7/2026). Ia menegaskan area yang masih dalam tahap pengerjaan harus dipisahkan dari kawasan belajar dan asrama siswa.

Bacaan Lainnya

“Saya minta seluruh area yang masih dalam progres pembangunan diblok atau diberi sekat agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan anak-anak selama belajar maupun tinggal di lingkungan sekolah,” kata Junda.

Menurutnya, secara umum pembangunan fasilitas utama telah mendekati tahap akhir. Namun, pekerjaan yang masih berlangsung harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan risiko ketika kegiatan belajar mengajar dimulai.

Junda juga mengingatkan pelaksana, proyek agar mempercepat penyelesaian pekerjaan yang tersisa tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Dengan demikian, siswa dapat menempati sekolah dan asrama sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Project Manager pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju, Febriyan Sihombing, mengatakan progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 80 persen.

“Untuk progres pembangunan secara keseluruhan berada di kisaran 80-an persen. Gedung sekolah yang dapat menampung 270 siswa beserta dua unit asrama juga telah kami siapkan. Adapun pelaksanaan kegiatan MPLS masih menunggu instruksi dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Selain penyelesaian fisik, Junda mengungkapkan masih ada sejumlah kebutuhan nonfisik yang menunggu keputusan dari Kementerian Sosial. Di antaranya penetapan tambahan peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga keamanan, hingga petugas dapur.

Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis, seluruh persiapan dapat dituntaskan sebelum 31 Juli 2026 sehingga Sekolah Rakyat Mamuju siap menerima peserta didik dan memulai kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *