Seleksi PPG Prajabatan Gelombang 2 Dibuka, Ini Syaratnya

Sulbar – editorial9 – Kemendikbudristek Dirjen guru dan tenaga kependidikan yang dikoordinasi oleh Direktur pendidikan profesi guru, kembali membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan tahun 2023.

Hal itu disampaikan, Abdul Latief pengelola pendidikan profesi guru FKIP Universitas Al Asyariah Mandar, Sulawesi Barat,. melalui press rilisnya, Jumat, 11/08/23.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, program ini diselenggarakan bagi lulusan Sarjana, Sarjana Terapan, maupun Diploma IV, baik dari kependidikan maupun non kependidikan bagi calon guru.

“Untuk mendapatkan sertifikat pendidik perjalanan menjadi generasi baru guru Indonesia,” ucap Abdul Latief.

“Dimulai dengan tahap seleksi dan mengikuti rangkaian pendidikan profesi guru, selama dua semester yang terdiri dari perkuliahan, praktik kerja lapangan, proyek kepemimpinan dan pendampingan,” sambungnya.

Ia menambahkan, pendaftaran dapat dilakukan mulai 08 Agustus hingga 09 september 2023, melalui laman https://ppg.kemdikbud.go.id.

“Lalu memilih menu daftar PPG prajabatan kemudian pilih daftar sebagai peserta” jelasnya.

Pendaftaran PPG prajabatan gelombang kedua tahun 2023 bidang studi yang dibuka terdiri atas bidang studi umum yaitu : 1. Guru Kelas SD. 2.Bahasa Indonesia.3.Matematika.4.Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes).5. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). 6. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn). 7. Sejarah.8. Seni budaya.9. Bimbingan dan Konseling, 10. Sosiologi.

Lebih lanjut, untuk bidang studi muatan lokal yakni : 1. Bahasa Jawa.2 Bahasa Sunda, 3 Bahasa Bali.

“Terus untuk bidang studi vokasi 1 Pemasaran. 2 Manajemen perkantoran dan layanan bisnis, 3 Teknik ketenagalistrikan, 4 Teknik elektronika, 5 Kuliner,” tutupnya.

Berikut syaratnya :

1. Warga Negara Indonesia (WNI).

2. Tidak terdaftar sebagai guru/kepala sekolah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Simpatika.

3. Berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.

4. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis unit data unit penyetaraan ijazah luar negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri.

5. Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *