Sivitas Akademika Unasman Minta Ganti Rugi

Salah satu gedung perkuliahan di Kampus Unasman rusak akibat bentrok antar oknum kader organisasi ekstra Kampus.(Dok : MP)

Polman – editorial9 – Bentrokan mahasiswa di Kampus Unasman, Kabupaten Polman, yang diduga antar oknum kader organisasi ekstra kampus, membuat sejumlah fasilitas kampus rusak.

Terkait kerusakan tersebut, Biro Kehumasan Kampus Unasman, Muhammad Abid, sangat menyangkan terjadinya bentrokan oleh pihak-pihak yang tidak bisa menahan diri.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap panitia kegiatan bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi,” ucap, Abid. Sabtu, 20/02/21.

Selain itu ia mengungkapkan, terjadinya bentrok antara dua oknum organisasi ekstra hingga saat ini belum diketahui pemicunya. Dimana salah satu organisasi ekstra kampus, menyewa gedung aula Unasman, untuk kegiatan pembukaan.

“Entah apa kemudian terjadi bentrok dan saling lempar batu. Bentrokan ini mengakibatkan kaca kelas pecah akibat saling lempar oleh dua organisasi ekstra ini. Kami dari pihak unasman dirugikan akibat bentrokan ini,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Ketua Umum Bem Fai Unasman, Hadi Syukran, yang mengetuk keras tindakan oknum yang merusak Fasilitas gedung dan sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam (BEM FAI) Unasman.

“Kami meminta pertanggung jawaban yang merusak gedung dan sekret Bem Fai,” tegas Hadi Syukran, via telpon.

Ia juga mengaku bahwa bentrokan tersebut tidak diketahui penyebabnya, namun kejadiaan saat OKP HMI Cabang Polman mengadakan kegiatan Intermediate Training (LK II), yang berlangsung di Auditurium Sahabuddin Unasman.

“Kami tidak tahu masalahnya seperti apa, tiba-tiba mereka (oknum kader HMI) melempar batu dan mengambil balok terus menyerang mahasiswa yang ada dikampus,” bebernya.

“Saya hampir dipukul oknum kader HMI waktu di Sekret sendiri, mereka merusak fasilitas BEM yang baru saja kami renovasi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Sulawesi Barat, Joko Prianto, meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Kami berharap semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi. Ini ada kesalah pahaman,” terang Joko.

Hal yang sama juga dituturkan oleh pengurus Badko HMI Sulselbar, Abdul Chair, yang meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Kita minta semua pihak menahan diri dan bisa segera di mediasi untuk menghindari riak yang lain. Dan yang terlibat bisa di proses hukum,” tutur Abdul Chair.

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan dari Kapolres Kabupaten Polman, AKBP Ardi Sutriono, bahwa bentrok antar mahasiswa itu terjadi, karena faktor kesalahpahaman.(Anh/MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *