Soal Keaktifan Layanan Posyandu, Sutinah Warning Camat dan Kapus

  • Whatsapp
Sambutan Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, saat pertemuan koordinasi Kelompok kerja operasional (Pokjanal) Posyandu dan penerapan Germas, di Mamuju, Selasa,15/11/22.(Dok : Humas Pemkab Mamuju)

Mamuju – editiorial9 – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, mengingatkan para Camat dan Kepala Puskemas (Kapus), agar segera melakukan langkah konkret mendorong keaktifan Posyandu.

Menurut Sutinah, Posyandu adalah instrumen yang sangat penting dalam mendorong berbagai layanan dasar pada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Saya harap ini jadi perhatian, kalau masih ada saya temukan Camat atau Kapus yang tidak dapat bekerja dengan baik, maka akan langsung saya ganti,” tegas Sutinah, saat pertemuan koordinasi Kelompok kerja operasional (Pokjanal) Posyandu dan penerapan Germas, di Mamuju, Selasa,15/11/22.

Ia mengatakan, tanggungjawab untuk meningkatkan kinerja Posyandu tidak boleh lagi terjebak dengan paradigma lama.

“Yang menganggap, Posyandu adalah tugas stakeholders kesehatan saja,” ujarnya.

Posyandu kata Sutinah, sesungguhnya telah terintegrasi sejumlah fungsi layanan dari berbagai stakeholders yang saling berkaitan.

“Seperti layanan PAUD oleh dinas pendidikan, layanan rumah pangan lestari oleh dinas ketahanan pangan, sampai pada pelayanan KB oleh PPKB,” bebernya.

“Ini yang kadang salah kaprah, sehingga faktanya sekarang hanya 37,6 persen dari keseluruhan Posyandu di Mamuju yang tercatat masih aktif,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan agar semua desa di tahun 2023 mendatang harus mulai mangalokasi anggaran.

“Untuk mendukung infrastruktur dan pengaktifan posyandu,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Tapalang, Syawal Muttalib, yang wilayahnya juga mendapat teguran sebab tercatat sama sekali tidak memiliki Posyandu yang aktif. Ia mengaku cukup terkejut atas hal itu.

“Sejauh ini, sejumlah Posyandu masih aktif melaksanakan kegiatan di setiap bulannya,

Kata Syawal, mungkin ini ada mis komunikasi, karena cara mengukur keaktifan berdasarkan sejumlah indikator.

“Mungkin, kalau ada satu indikator yang kurang, maka akan mempengaruhi secara keseluruhan jadi Posyandu kami tercatat tidak aktif,” tutupnya.(Rls/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *