MAMUJU, editorial9.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan 3.100 rumah tangga menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah pusat pada 2026. Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan program Listrik Hemat dan Murah (LHM) melalui APBD untuk 37 rumah tangga sasaran (RTS) sebagai upaya memperluas akses listrik sekaligus menekan angka kemiskinan.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, mengatakan Program LHM 2026 terus dimatangkan agar berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Saat ini, Dinas ESDM Sulbar juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM agar target BPBL sebanyak 3.100 RTS dapat terealisasi.
“Program Listrik Hemat dan Murah Tahun 2026 kami siapkan agar berjalan tepat sasaran, tepat waktu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang belum memiliki akses listrik mandiri. Saat ini kami terus melakukan reviu dan penguatan dokumen perencanaan agar pelaksanaan program lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” kata Qamaruddin saat menerima kunjungan wartawan LPP RRI di kantornya, Selasa (21/7/2026).
Menurut dia, realisasi BPBL di Sulawesi Barat terus menunjukkan peningkatan. Pada 2024, program tersebut menjangkau 1.998 rumah tangga, kemudian meningkat menjadi 4.111 rumah tangga pada 2025. Untuk mempercepat pemerataan akses listrik, Dinas ESDM Sulbar juga telah mengusulkan sekitar 23 ribu rumah tangga yang belum berlistrik agar diprioritaskan dalam program BPBL pada tahun-tahun mendatang.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menegaskan program listrik gratis merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menurunkan angka kemiskinan.
“Program listrik gratis tahun 2026 ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Kami berkomitmen memastikan program ini tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus mendukung target Panca Daya, khususnya dalam memperkuat daya saing wilayah dan meningkatkan layanan dasar kepada masyarakat,” ujar Bujaeramy.
Ia menambahkan, Program LHM juga menjadi bagian dari pelaksanaan PASTI PADU atau Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem. Pemerataan akses listrik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuka peluang usaha, memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Barat.(*)






