MAMUJU – editorial9.com – Bupati Kabupaten Mamuju, Sutinah Suhardi melaporkan penurunan angka kemiskinan di daerahnya menjadi 6,99 persen dalam Rapat Pimpinan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dipimpin Gubernur Suhardi Duka di Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 18 Juni 2026. Penurunan tersebut, disebut sebagai hasil dari berbagai program pembangunan yang dijalankan secara terpadu lintas sektor di Mamuju.
Dalam pemaparannya, Sutinah juga menyampaikan sejumlah capaian strategis daerah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ekonomi kerakyatan, hingga peningkatan layanan dasar masyarakat.
“Angka kemiskinan di Mamuju turun dari 7,15 persen pada 2024 menjadi 6,99 persen pada 2025,” kata Sutinah di hadapan peserta rapat.
Selain penurunan kemiskinan, program MBG menjadi salah satu sorotan utama. Hingga Semester I 2026, program tersebut telah menjangkau 74.715 penerima manfaat yang terdiri dari 60.729 siswa dan 6.584 tenaga pendidik, dengan capaian untuk siswa mencapai 95,63 persen.
Menurut Sutinah, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari penguatan kelembagaan dan sistem pengawasan.
“Kami telah membentuk Satuan Tugas MBG melalui Keputusan Bupati serta memperkuat pengawasan berbasis digital, untuk memastikan kualitas dan distribusi berjalan baik,” ujarnya.
Di sektor ekonomi, Pemkab Mamuju juga mencatat progres Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari target 101 koperasi, 21 unit telah selesai dibangun, 69 masih dalam proses, dan 11 unit belum terealisasi.
Sementara itu, pada sektor kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Mamuju telah mencapai 98 persen dengan tingkat keaktifan 86,49 persen. Capaian tersebut kembali mengantarkan Mamuju meraih UHC Award kategori Madya selama empat tahun berturut-turut.
Di bidang pelayanan usaha, program Jemput Bola UMKM (Jebol UMKM) juga mencatat hasil positif dengan penerbitan 906 Nomor Induk Berusaha (NIB) pada triwulan pertama 2026, melampaui target yang ditetapkan.
Sutinah menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional serta mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semua program ini kami dorong agar dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.(*)






