Tarawih Perdana, SDK Ajak Warga Sambut Ramadan dengan Optimisme

Gubernur Suhardi Duka menyampaikan sambutan saat salat tarawih perdana Ramadan 1447 H di Masjid Suada, Mamuju, Rabu (18/2/2026) malam. Dalam sambutannya, Gubernur mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan harapan, optimisme, serta memperbanyak amal dan kepedulian sosial. Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAMUJU – Gubernur Suhardi Duka (SDK) menunaikan salat tarawih perdana Ramadan 1447 H di Masjid Suada, Rabu (18/2/2026) malam. Ia mengajak masyarakat menyambut bulan suci dengan harapan, kegembiraan, dan optimisme.

SDK hadir mengenakan baju putih dan berada di saf depan bersama jemaah. Ia didampingi Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Bacaan Lainnya

Dalam tausiyah singkatnya, Gubernur menekankan bahwa Ramadan adalah momentum penting untuk memperbaiki diri dan menata kembali kehidupan. Menurutnya, setiap orang yang masih diberi kesempatan bertemu Ramadan patut bersyukur.

“Banyak saudara dan kerabat kita yang tahun lalu masih salat tarawih bersama, sekarang sudah dipanggil oleh Sang Pencipta,” ujar SDK.

Ia juga mengenang almarhum Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, yang pada Ramadan tahun lalu masih menunaikan salat tarawih bersama jemaah.

“Itulah siklus kehidupan. Ada yang hidup, pasti ada yang mati. Kalau hari ini kita masih hidup, perbaikilah kehidupan kita ini,” katanya.

Lebih lanjut, Suhardi Duka mengajak jemaah memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak amal saleh dan tetap hidup sederhana, meskipun berada pada jabatan yang tinggi. Ia juga menyemangati masyarakat agar tidak pesimis dengan kondisi saat ini.

“Yang hari ini berada di bawah jangan berkecil hati. Bisa jadi besok atau lusa kamu yang berada di atas,” ucapnya.

Menurut Suhardi, Ramadan juga menjadi momen penting untuk memperbaiki lingkungan sosial dan hubungan antarsesama. Ia menilai keseimbangan hidup tercipta ketika yang kuat membantu yang lemah, dan yang lemah memberi dukungan kepada yang kuat.

“Kalau hari ini anda kuat, bantulah yang lemah. Kalau hari ini lemah, dukung yang kuat agar siklus keseimbangan itu terus terjaga di mana pun kita berada,” tuturnya.

Ia menambahkan, ibadah puasa mengajarkan pengendalian hawa nafsu dan melawan dorongan hedonisme. Rasa kebersamaan, kata dia, menjadi kunci kemajuan daerah.

“Sulawesi Barat dalam 10 tahun terakhir terus mengalami kemajuan, termasuk penurunan angka pengangguran. Itu tidak lepas dari kebersamaan kita,” jelasnya.

Menutup pesannya, Gubernur mengingatkan pentingnya bersedekah selama bulan Ramadan.

“Bukan soal nilainya, tetapi niat atau nawaitunya,” pungkas Suhardi Duka. (Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *