Sulbar – editorial9 – Ratusan massa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Sulbar Bergerak, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sulbar, Senin, 09/04/22.
Aksi tersebut, dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap ide Jokowi 3 periode, sebagai presiden republik Indonesia dan wacana penundaan Pemilu 2024.
Jendlap aksi, Refli Sakti Sanjaya dalam orasinya mengatakan, wacana penundaan Pemilu dan Jokowi tiga periode memperkosa amanat UUD 1945.
“Bahkan penghianatan pada TAP MPR Nomor 13 Tahun 1998, hasil dari perjuangan reformasi, yang semuanya jelas mengatur tentang pembatasan kekuasaan,”ucap Refli.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa wacana tersebut juga menjadi gambaran sifat pemerintah yang berkuasa di Indonesia saat ini.
“Yang ingin sewenang-wenangnya merombak hukum, demi mewujudkan kepentingannya, dalam memperpanjang kekuasaan,” ungkapnya.
Sementara itu, hal serupa juga disampaikan oleh salah seorang massa aksi lainnya, Wandi, yang secara tegas menolak wacana tersebut.
“Kami menolak penundaan pemilu dan wacana amandemen Undang-undang dasar,” tegas Wandi.
Berikut 12 tuntutan massa aksi Aliansi Sulbar Bergerak :
1. Tolak Penundaan Pemilu dan amandemen UUD 1945
2. Turunkan harga BBM.
3. Turunkan harga sembako.
4. Tolak Kenaikan PPN.
5. Cabut UU IKN.
6. Cabut UU Ciptakerja dan UU Minerba.
7. Tolak hutang baru, hapus hutang lama.
8. Stop impor bahan jadi, stop ekspor bahan mentah.
9. Sahkan RUU masyarakat hukum adat dan RUU kepulauan.
10. Kawal Pengesahan RUU TPKS.
11. Revisi UU ITE.
12. Stop kriminalisasi mahasiswa dan masyarakat.(Mp)






