Sulbar – editorial9 – GP Ansor Provinsi Sulbar, secara tegas menolak adanya penggunaan politik identitas di Pemilu tahun 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan Ketua PW GP.Ansor Sulbar, Sudirman.AZ, saat usai membuka pelaksanaan DTD ke-X di Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polman, Jumat, 13/01/23. Malam.
Menurutnya, penolakan GP. Ansor secara kelembagaan, berdasar pada pernyataan yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf.(Gus Yahya).
“Bahwa apabila ada kader yang ingin maju baik Caleg ataupun Capres-cawapres, itu murni pribadi kader itu sendiri. Bukan atas nama lembaga NU,” ucap Sudirman.
Selain itu ia menambahkan, politik identitas yang juga dimaksudkan oleh Ketua Umum PBNU, adalah menggunakan isu agama.
“Karena, agama ini sangat beresiko menimbulkan resistensi atau konflik di masyarakat,” tambahnya.
Kata Sudirman, penolakan politik identitas di Pemilu 2024 ini, juga telah disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP GP.Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut).
“Ini telah diperintahkan langsung oleh ketua umum kita, agar tidak menggunakan agama sebagai alat politik,” ujarnya.
Olehnya itu, ia menghimbau pada seluruh kader GP Ansor khususnya di Sulbar, yang terlibat dalam kontestasi di Pemilu 2024, agar menghindari penggunaan politik identitas.
“Baik itu yang dishare di media sosial masing-masing, maupun disampaikan lewat event pertemuan atau kampanye langsung di masyarakat,” tutupnya.(Mp)






