15.679 KPM di Mamuju Terima Bantuan Beras, Terbanyak di Sulbar

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, bersalaman hangat dengan warga penerima bantuan pangan di Kantor Bupati Mamuju, Rabu (18/07/25).

Mamuju – Pemerintah Kabupaten Mamuju bersama Perum Bulog kembali menyalurkan bantuan pangan cadangan pemerintah untuk kuantum Juni-Juli. Dari seluruh wilayah di Sulawesi Barat, Kabupaten Mamuju tercatat sebagai penerima terbanyak, dengan total bantuan mencapai 15.679 keluarga penerima manfaat (KPM).

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada sejumlah perwakilan masyarakat di halaman Kantor Bupati Mamuju,. Jumat,18/07/25.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sutinah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Badan Pangan Nasional dan Bulog sebagai mitra penyalur di daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, yang terus menjadikan masyarakat Mamuju sebagai salah satu prioritas dalam penyaluran bantuan pangan ini,” ujar Sutinah.

Ia juga mengapresiasi jajaran perangkat daerah, yang telah bekerja secara sinergis dalam mempersiapkan data dan distribusi bantuan, sehingga proses penyaluran dapat berjalan tepat sasaran.

“Dengan sinergi yang baik, masyarakat bisa menerima bantuan berupa beras 10 kilogram setiap bulannya. Semoga ini dapat meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat,” tambahnya.

Salah satu penerima manfaat, Nurhana (30), warga Kelurahan Karema, mengaku sangat bersyukur atas bantuan beras yang diterimanya sebanyak 20 kilogram. Sebagai ibu lima anak, bantuan tersebut sangat berarti bagi kebutuhan dapur keluarganya.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan pemerintah. Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut, supaya kami selalu terbantu,” ungkap Nurhana dengan wajah haru.

Senada dengan itu, Rasma (45), ibu empat anak, juga merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diterimanya.

“Walau hanya cukup untuk satu bulan, tapi sangat bermanfaat. Harga beras sekarang makin naik, jadi bantuan seperti ini sangat membantu kami,” tuturnya.

Penyaluran bantuan ini, menjadi bagian dari program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan mengatasi dampak inflasi pangan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *