Ajbar : Pilkades Momentum Evaluasi Kepemimpinan di Desa

  • Whatsapp
Anggota DPD RI, Ajbar.(Dok : Net)

Polman – editorial9 – Sebanyak 67 desa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), 18 November 2021 besok, akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.

Terkait hal itu, Anggota DPD RI, Ajbar, meminta masyarakat agar memberikan kesempatan bagi para calon Kepala Desa (Kades), yang memiliki ide dan gagasan, untuk memimpin desa, Lima tahun mendatang.

Bacaan Lainnya

“Ini juga momentum mengevaluasi bagi pemimpin sebelumnya, yang kalau menurut kacamata kita tidak berhasil pada periode sebelumnya, maka ini momentumnya untuk mengevaluasi. Artinya, kalau dianggap gagal, jangan dipilih,” ucap Ajbar, via telepon, Rabu, 17/11/21.

Namun, yang terkadang menjadi problem di menurut Ajbar, adalah kadangkala masyarakat mencemooh seorang pemimpin, namun pada saat momen tahapan pemilihan, justru ikut kembali memilih pemimpin tersebut.

“Kenapa, karena ada hal lain seperti uang, ada apa. Nah, bagi saya, kepada rakyat ini momentumnya menentukan, inilah momentumnya menghakimi pemimpin di desa, yang menurut kita tidak baik, tidak benar, maka hakimi dengan caranya jangan milih lagi.

Tetapi, bagi pemimpin yang berhasil, bagi saya ayo kita dukung dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa terkhusus di Polman, mayoritas desa basis utamanya adalah bidang pertanian, sehingga ia meyakini jika Kades mampu memaksimalkan basis tersebut, maka akan mampu menciptakan desa mandiri.

“Tetapi hari ini, kita tidak mendapati pemimpin desa yang betul-betul mampu memaksimalkan potensi desa,” ungkapnya.

Ia berharap, kedepannya pemimpin di desa tidak berfikir project oriented (orientasi proyek) dan hal tersebut, tidak hanya didapati di pemerintahan desa, melainkan terjadi pula di tingkat gubernur hingga bupati.

“Padahal, bukan itu. Orientasi memimpin itu hanya satu, yakni kesejahteraan masyarakat. Bagaimana mengukur kesejahteraan, ya pendapatan perkapita. Na, kalau naik pendapatan perkapita, pasti arahnya ke kesejahteraan,” terangnya.

Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Provinsi Sulbar itu, juga menjelaskan bahwa salah satu cara menaikkan pendapatan perkapita, adalah memaksimalkan potensi – potensi yang dimiliki desa.

“Kan sangat tidak feer kita melihat petani kita hari ini, tidak pernah merdeka,” bebernya.

Harusnya, saat ini desa memaksimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), yakni dengan menjadikannya sebagai katalisator hasil produksi masyarakat desa, ke pabrikan.

“Jadi, desa itu harus berani memutus mata rantainya. Coba bayangkan hari ini, bagaimana mau sejahtera petani kita, misalnya jagung yang datang beli adalah pengumpul, pengumpul dijual ke pedagang kecil, pedagang kecil ke pedagang menengah, pedagang menengah ke pedagang besar, pedagang besar ke pabrikan, mata rantainya ada lima kali,” bebernya.

Padahal kata Ajbar, seorang Kepala Desa yang baik kedepannya adalah ketika mampu memaksimalkan peran BUMDESnya menjadi penyambung hasil produsen ke pabrikan.

“Kalau itu kita mampu potong matarantainya ini kartel atau tengkulak, saya yakin masyarakat desa bisa sejahtera,” katanya.

Jika ingin memaksimalkan peran BUMDES, maka pemerintah desa dalam hal ini kepala desa, harus mampu melakukan pemetaan tentang potensi di desanya.

“Kalau desa itu potensinya jagung, potensinya ubi jalar, ya itu maksimalkan. Selama petani dibiarkan bekerja sendiri, jual sendiri, maka akan seperti itu teruslah nasib petani kita,” tegas politisi PAN itu.

Ia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat yang di desanya menggelar Pilkades, agar memilih calon yang tidak hanya menjanjikan perbaikan infrastruktur, melainkan kandidat yang menjanjikan kesejahteraan.

“Kata kuncinya dinda, kalau saya pilih calon yang janjinya bukan pisik, yang janjinya bukan hanya sekedar pembangunan jalan, pembangunan jembatan, tetapi janji mereka adalah kesejahteraan,” tukasnya.

Ajbar juga berharap pada seluruh masyarakat, agar menghindari praktik money politik (politik uang) di momentum pesta demokrasi tingkat desa ini.

“Ini (money politik), tantangan besar bagi kita, tantangan besar bagi generasi muda, kedepannya,” tutupnya. (Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *