Aksi Unjuk Rasa, SEMARAK Tolak Kenaikan Harga BBM

Aliansi SEMARAK, bersama anggota DPRD Polman, saat gelaran aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi, di Depan Kantor DPRD Polman, Jumat, 02/09/22.(Dok : Ist)

Polman – editorial9 – Aliansi Serikat Mahasiswa dan Rakyat Kabupaten Polman (SEMARAK), menggelar aksi unjuk rasa, di kantor DPRD Polman, Jumat,02/09/22.

Diketahui, aliansi tersebut merupakan gabungan dari beberapa organisasi kemahasiswaan yakni PMII, SAPMA PP, dan GMNI.

Bacaan Lainnya

Aksi tersebut, dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap wacana penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), oleh pemerintah.

Jendlap aksi, Rifai dalam orasinya mengatakan bahwa saat ini pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, sementara hal tersebut merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat ekonomi lemah.

“Olehnya itu aliansi SEMARAK Polman, turun menyuarakan penolakan atas rencana kenaikan BBM Subsidi tersebut,” ucap kader SAPMA PP itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC PMII Polman, Asrul. Ia menilai, kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, tidak menunjukkan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Pemerintah akan membuat keputusan yang tidak berpihak kepada masyarakat ekonomi lemah, dengan berencana menaikkan harga BBM subsidi,” ungkap Asrul.

Sementara itu, massa aksi lainnya Amerialdi Ilham Sahid, menilai kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi, akan dijadikan lahan bagi para koruptor, untuk menggerogoti uang rakyat.

“Selain itu, jika BBM subsidi dinaikkan maka akan mempengaruhi kenaikan bahan pokok lainnya,” terang Amerialdi.

Ia membeberkan, bahwa sekitar 86 persen konsumsi BBM subsidi diperuntukan untuk konsumsi rumah tangga dengan ekonomi menengah kebawah.

“Namun yang terjadi saat ini, kebanyakan BBM tersebut dinikmati oleh kalangan rumah tangga mampu,” bebernya.

Menanggapi hal tersebut, wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin, mengakui pihaknya bersedia mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan massa aksi.

“Pada prinsipnya, orasi massa aksi bukan hanya memperjuangkan masyarakat ekonomi lemah, namun juga menyuarakan kepentingan seluruh masyarakat Kabupaten Polman,” tukas politisi PKB itu.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Polman, Fariduddin menuturkan, bahwa ia akan mengawal keputusan bersama untuk menolak rencana kenaikan BBM subsidi hingga ke DPRD RI.

“Dan berharap, agar pemerintah pusat meninjau kembali wacana penyesuaian harga BBM subsidi,” tutupnya.(Rls/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *