Andi Ian Dorong Nilai Kebangsaan Dimulai dari Keluarga

Anggota DPD RI Andi Ian Alibaal Masdar saat menyampaikan materi dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara di Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dok. Istimewa.

POLMAN, editorial9.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Andi Ian Alibaal Masdar, mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan dimulai dari lingkungan keluarga, untuk menjaga persatuan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara yang dilaksanakan di Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis, 01/10/26.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga ibu rumah tangga (IRT).

Andi Ian menilai keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak sejak dini. Sikap toleransi, gotong royong, saling menghormati, dan menghargai perbedaan perlu dibangun melalui kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

“Penguatan nilai-nilai kebangsaan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dari keluarga, anak-anak belajar menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, dan memahami pentingnya hidup bersama dalam keberagaman,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Tokoh masyarakat dan tokoh agama, kata dia, memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan. Sementara itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi penggerak persatuan serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan, suku, agama, dan latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang perlu dijaga bersama.

“Perbedaan adalah bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Yang harus kita jaga adalah bagaimana perbedaan itu tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun bangsa,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Keempat pilar tersebut menjadi landasan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemahaman terhadap nilai-nilainya diharapkan dapat mendorong masyarakat mengedepankan musyawarah, menjaga toleransi, serta menyelesaikan perbedaan secara bijaksana.

Keterlibatan ibu rumah tangga dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari penguatan wawasan kebangsaan. Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk mengenal nilai-nilai moral, membangun karakter, serta belajar menghargai orang lain.

Melalui pendidikan dalam keluarga, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diterapkan dalam perilaku sehari-hari, baik di rumah maupun di tengah masyarakat.

Andi Ian berharap, sosialisasi empat pilar kebangsaan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda, semangat persaudaraan dan toleransi diharapkan terus terpelihara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *