Polman – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, menanggapi temuan beras oplosan yang dijual di pasar modern Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Dalam pernyataan yang diunggah melalui laman Facebook resminya pada Minggu (20/7/2025), Salim menyayangkan fenomena tersebut dan menilai ada kejanggalan dalam distribusi dan harga beras di daerah.

“Polman adalah salah satu lumbung beras di Sulbar. Aneh kalau beras menjadi mahal juga dioplos, sama seperti pasar induk di Jakarta,” tulis Salim.
Temuan beras oplosan ini pertama kali diungkap oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Polman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu pasar modern, Kamis (17/7/2025).
Dari hasil sidak, petugas menemukan tiga merek beras yang diduga merupakan beras oplosan, yakni Raja Platinium, Sanida, dan Vutima. Menurut Kabid Perdagangan Disperindagkop Polman, Fatriasmal, beras-beras tersebut telah lama beredar dan habis terjual kepada masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.
“Dari hasil razia, petugas menemukan sedikitnya tiga merek beras oplosan yang diperjualbelikan oleh ritel modern,” ungkap Fatriasmal, dikutip dari Kompas.com.(Mp)






