Mamuju – editorial9 – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menyambangi masyarakat di Desa Bela dan Kopeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Jumat, 11/03/21.
Dalam kunjungannya itu, Sutinah, yang didampingi Kepala Dinas PUPR, Dinas Sosial dan Dinas Perkim Mamuju bertolak dari lapangan Masjid Raya, Kecamatan Mamuju, menuju Bela dan Kopeang, yang merupakan perkampungan terisolir karena longsor akibat gempa 6,2 magnitudo, pertengahan Januari 2021 lalu.

“Lokasinya memang sangat jauh dari kota. Naik turun gunung, kemudian ada banyak jurang. Juga ada beberapa longsoran parah, bahkan ada gunung yang longsor setengahnya,” ucap Sutinah.
Selain itu ia menambahkan, bahwa kunjungan hari ini dimaksudkan, untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di Bela dan Kopeang, karena pasca gempa dilaporkan terdapat 27 titik longsor di Kabupaten Mamuju yang mengakibatkan tertutupnya akses transportasi darat, termasuk Desa Bela dan Kopeang.
“Sebelum mendarat, kita melihat dari udara kondisi riil yang terjadi di Bela-Kopeang. Ternyata benar ada beberapa longsoran, yang menyebabkan tertutupnya akses ke ibukota Kecamatan Tapalang,” terangnya.
Sejak masa kampanye Pilkada serentak Tahun 2020 lali, kata Sutinah, dirinya memang berjanji dalam hati, jika diberi amanah sebagai Bupati di Kabupaten Mamuju, ia akan mengunjungi tempat-tempat yang sebelumnya tidak sempat dikunjungi.
“Dan alhamdulilah, di Minggu kedua kami dilantik, saya bisa datang langsung di daerah yang terisolir ini. Saya sangat terharu melihat antusiasme mereka menyambut saya,” katanya.
Mantan Kadis Perdagangan Kabupaten Mamuju itu, juga mengungkapkan rasa syukur karena bisa bertemu langsung dengan masyarakat Bela dan Kopeang.
“Mudah-mudahan saya bisa ke sana lagi dalam keadaan yang lebih baik,” harapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa di Desa Bela-Kopeang dari segi bangunan perumahan sebenarnya tidak begitu banyak yang rusak, tapi kendala mereka adalah akses jalanan yang tertutup karena longsor.
“Di sana juga terdapat beberapa sarana ibadah dan sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Insya Allah, tahun depan kita bisa merenovasi sekolah-sekolah di Bela-Kopeang,” tutupnya. (Adv)






