Mamuju – editorial9 – Program desiminasi teknologi dan agro inovasi super tani, yang dimotori oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, secara resmi dilaunching, di Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Selasa, 06/04/21.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kabupaten Mamuju, Sutinah Suhardi, berharap desiminasi teknologi dan agro super tani yang baru dilaunching itu, mampu melahirkan petani keren, petani yang maju, mandiri dan modern. Terlebih dalam inovasi tersebut, turut menggandeng pihak perbankan yang akan memudahkan dalam aksesibilitas permodalan, berupa kredit usaha rakyat (KUR) maupun berbagai stakeholders lainnya, dalam upaya mendukung penguatan sektor pertanian.
“Kita berharap, agar inovasi yang telah menyentuh berbagai persoalan petani dari hulu ke hilir ini, mulai dari persoalan penggunaan teknologi pertanian, hingga permodalan, akan mampu membantu petani menjadi petani yang punya daya saing, yang dalam istilah kami di kabupaten mamuju petani yang Keren” ucap Sutinah, saat menghadiri acara launching tersebut.

Mantan Kadis Perdagangan Kabupaten Mamuju itu, juga mengapresiasi program inovasi super tani yang mengintegrasi berbagai sektor, karena dinilai sangat dibutuhkan para petani.
“Utamanya dalam pemanfaatan teknologi pertanian, hingga aksesibilitas permodalan melalui perbankan,” bebernya.
Menurutnya, aksesibilitas permodalan melalui perbankan, merupakan masalah klasik yang selalu menjadi permasalahan petani, yang selama ini belum begitu tersentuh, sehingga kehadiran inovasi super tani tersebut, diharap akan menjadi solusi, yang akan berperan sebagai media integrasi antara kebutuhan petani hingga ke pihak perbankan.
“Kita berharap inovasi ini akan menjadi win-win solution, dalam artian semua akan menerima manfaat atas adanya program ini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BPTP Provinsi Sulbar, Nurdiah Husnah, mengatakan, bahwa meski tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun dengan segala kemampuan dan ketersediaan sumberdaya, pihaknya akan terus berupaya hadir sebagai pendamping, dalam upaya penerapan teknologi pertanian.
“Sehingga, upaya meningkatkan kwalitas pertanian akan lebih baik,” kata Nurdiah Husnah.
Di tempat yang sama, Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulbar, Budi Sudaryono, mengaku agro inovasi super tani adalah salah satu langkah yang sangat baik, dalam upaya mendorong perekonomian yang produktif dan aman, ia menia melalui inovasi tersebut telah mampu menjalin hubungan yang harmonis antar berbagai stakeholders terkait, mulai dari para petani, pendamping pertanian, perbankan dan balitbang, sehingga semua dapat berperan aktif dengan spesifikasinya masing-masing.
“Bank Indonesia, akan berperan aktif dalam mendukung inovasi tersebut secara bertahap, dengan tetap memperhatikan dinamika perkembangan,” tutur Budi Sudaryono. (Adv)






