POLMAN, editorial9.com – Terminal Wonomulyo di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kehilangan fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas transportasi. Dibangun sejak 2005, terminal tersebut kini nyaris tanpa aktivitas dan telah terbengkalai selama sekitar dua dekade.
Kondisi Terminal Wonomulyo terlihat pada Rabu, 2 September 2026. Fasilitas yang semula disiapkan sebagai tempat mangkal sopir travel untuk mendapatkan maupun menjemput penumpang itu kini justru terlihat sepi.
Mobil travel maupun penumpang sudah jarang berada di dalam kawasan terminal. Aktivitas yang seharusnya menjadi pemandangan sehari-hari di fasilitas transportasi tersebut hanya terlihat pada waktu-waktu tertentu.
Seorang warga mengatakan kondisi itu telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Menurut dia, keberadaan sopir travel di Terminal Wonomulyo semakin jarang, bahkan ketika ada hanya satu atau dua orang.
“Jarang sekali mi ada supir disini, itupun kalau ada hanya satu-dua orang saja. Nah ini terminal dibangun tahun 2005,” ucap salah seorang warga.
Terminal yang dibangun untuk menunjang mobilitas masyarakat tersebut, kini tidak lagi menjadi pilihan utama penumpang maupun sopir travel. Aktivitas transportasi, justru lebih banyak berlangsung di luar kawasan terminal.
Salah seorang sopir travel, Andi, mengatakan penumpang kini lebih sering menunggu kendaraan di luar terminal. Kondisi tersebut membuat sopir semakin kesulitan mendapatkan penumpang.
“Kebanyakan penumpang sekarang diluar terminal menunggu mobil. Sekarang agak susah mi cari penumpang kadang sehari cuman dapat 2 orang,” kata Andi.
Menurut Andi, minimnya penumpang menjadi salah satu alasan aktivitas kendaraan travel di terminal semakin berkurang. Sopir pun memilih mencari penumpang di lokasi yang dianggap lebih mudah dijangkau.
Kondisi tersebut membuat Terminal Wonomulyo, yang semestinya menjadi simpul transportasi masyarakat justru kehilangan perannya. Fasilitas yang dibangun sejak 2005 itu tidak lagi menjadi pusat keberangkatan maupun tempat menunggu penumpang seperti tujuan awal pembangunannya.
Terbengkalainya terminal juga menjadi perhatian publik, terutama karena pembangunan fasilitas transportasi tersebut menggunakan anggaran yang semestinya menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Abdul, staf Terminal Wonomulyo, membenarkan bahwa aktivitas di terminal tersebut memang sudah lama sepi. Kendaraan travel disebut sudah jarang masuk dan menunggu penumpang di dalam terminal.
Menurutnya, keberadaan sopir dan penumpang biasanya baru terlihat pada hari-hari tertentu, terutama ketika berlangsung hari pasar.
“Sudah sangat jarang ada mobil masuk. Kalaupun ada itupun di hari pasar saja baru ada,” ujarnya.
Kondisi itu menunjukkan adanya kesenjangan antara fungsi terminal, yang dirancang sebagai pusat aktivitas transportasi dengan kondisi penggunaannya saat ini. Terminal yang diharapkan menjadi tempat berkumpulnya kendaraan dan penumpang justru lebih banyak terlihat lengang.
Persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah, untuk mengevaluasi keberadaan dan fungsi Terminal Wonomulyo. Evaluasi diperlukan agar fasilitas transportasi yang telah dibangun dengan anggaran publik tidak terus dibiarkan tanpa aktivitas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari dinas terkait maupun Kepala UPTD Terminal Wonomulyo, mengenai penyebab terminal tersebut kehilangan fungsi serta langkah pemerintah untuk menghidupkan kembali aktivitas di dalamnya. (* /Ifn)






