MAMUJU, editorial9.com – Festival Literasi Sulbar 2026 siap menyemarakkan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ke-22. Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Sulbar itu juga dirangkaikan dengan Hari Kunjung Perpustakaan 2026.
Festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih dekat dengan dunia literasi, perpustakaan, budaya, dan berbagai kreativitas berbasis pengetahuan.
Kepala Dinas Perpusip Sulbar Mustari Mula mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi.
“Festival Literasi Sulbar menjadi momentum bagi kita semua untuk bersama-sama menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan. Literasi adalah salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” kata Mustari, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Sulbar ke-22 menjadi momentum tepat untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan manfaat bagi masyarakat.
Festival Literasi Sulbar 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bertemunya pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, komunitas, serta masyarakat.
Mustari menegaskan perpustakaan saat ini tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan membaca buku. Menurutnya, perpustakaan harus menjadi ruang belajar, berbagi pengetahuan, berkreasi, hingga mengembangkan potensi masyarakat.
“Perpustakaan harus hadir di tengah masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan perpustakaan sebagai ruang untuk belajar, berinovasi, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.
Pelaksanaan Festival Literasi Sulbar yang dirangkaikan dengan Hari Kunjung Perpustakaan 2026 juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan literasi di Sulbar melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Pemprov Sulbar berharap festival tersebut dapat mendorong lahirnya generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Festival Literasi Sulbar 2026, pun diharapkan menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Bumi Tanah Mandar, melalui budaya literasi.(*)






