Sulbar – editorial9 – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Syamsul Samad, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap bekerja secara profesional dalam pelaksanaan fit and proper test, calon komisioner KPID.
Menurut Syamsul, setiap lembaga yang akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon pejabat yang nantinya membawahi kepentingan publik, sedari awal memang dituntut untuk bekerja secara profesional.
“Biar tidak ditekan dan tidak usah ditekan. Karena pasti profesional,” ucap Syamsul Samad, saat dikonfirmasi, usai menghadiri acara silaturahmi dengan pemuda bersama SDK di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman,Rabu, 22/11/21.
Politisi partai Demokrat itu juga mengaku tidak mengenal 21 nama calon Komisioner KPID Sulbar, yang didorong oleh Timsel untuk mengikuti tahap fit and proper test, pada 27 Desember 2021 mendatang.
“Nanti kalau sudah fit baru saya tahu,” ungkapnya.
Selain itu, kata Syamsul, untuk tahap fit and proper test bagi para calon komisioner KPID Sulbar, pihaknya di komisi I telah menyiapkan beberapa materi pertanyaan.
“Ya tidak jauh-jauh dari apa yang mereka akan lakukan nanti, yang berkaitan dengan penyiaran, kemudian bagaimana mengelola organisasi KPID ini,” katanya.
Lebih lanjut ia berharap, kedepan jajaran komisioner KPID Sulbar periode 2022-2025, yang nantinya terpilih, bisa bekerja lebih baik dan maksimal dari periode sebelumnya.
“Kalau yang lalu ini baik, kedepannya lembaga ini dengan formasi yang kira-kira baru atau setengah baru atau bahkan 100 persen baru, jauh lebih membawa fungsi atau manfaat yang luar biasa seperti sebelumnya,” tutupnya.(Mp)






