Mamuju – editorial9 – Puskesmas Dungkait bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Dungkait, melakukan investigasi kasus Demam Berdarah, Minggu, 02/07/23 lalu.
Diketahui, selain investigasi, dibentuk pula tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) setrt pemberian abate dan sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan 5 M plus.
Kepala Puskesmas Dungkait,.Endang S.Kep Ns, mengatakan di wilayah Desa Dungkait sejak awal bulan Juni hingga Juli tahun 2023 ini, tercatat sebanyak 10 kasus DBD.
Sehingga, perlu keterlibatan leading sektor dalam hal ini, Pemdes untuk bagaimana bisa bersama-bersama memutus penyebaran virus nyamuk aedes aegypti di wilayah kerja PKM Dungkait,” ucap Endang S.Kep, saat dikonfirmasi, Kamis, 06/07/23.
Ia menambahkan, bahwa dalam agenda investigasi DBD itu disepakati beberapa langkah pencegahan, diantaranya masing-masing Kepala Dusun dan RTnya untuk melakukan pembersihan lingkungan secara rutin, bersama warga setempat.
“Dan juga melakukan pemberian bubuk abate untuk dapat mematikan jentik nyamuk,” sambungnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, secara teknis Pemdes bersama tim PKM Dungkait, juga diminta untuk menindaklanjuti program penanggulangan DBD itu.
“Dengan mengirimkan bukti kegiatan pembersihan lingkungan yang dilakukan di masing-masing dusun tersebut. Serta, apabila ada hal yang mungkin ditanyakan atau perluh penjelasan dalam hal ini bentuk KIE, bisa dibahas lewat group Whatsapp,” tutupnya.(Mp)






