Gejolak di PBNU, Ketua PWNU Sulbar: Murni Persoalan Internal Pusat

Ketua PWNU Sulbar, Kiyai H.Adnan Nota.(Dok : FB Kemenag Sulbar)

POLMAN – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat, Kiyai H. Adnan Nota, angkat bicara menanggapi dinamika yang tengah terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sebelumnya, publik dikejutkan oleh risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang menyatakan pemberhentian KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dari jabatan Ketua Umum PBNU. Keputusan tersebut sontak menimbulkan sorotan dan perbincangan luas.

Bacaan Lainnya

Adnan Nota menegaskan bahwa polemik tersebut sepenuhnya berada di ranah PBNU pusat dan tidak berkaitan langsung dengan PWNU maupun struktur NU di daerah.

“Artinya ini murni persoalan pada tingkat pusat. Karena itu kami di daerah memberi kesempatan kepada Rais Aam PBNU selaku pimpinan tertinggi organisasi untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Adnan melalui pesan WhatsApp, Kamis, 27/11/25.

Ia optimistis bahwa NU memiliki tradisi kearifan dalam menyelesaikan masalah internal. Menurutnya, hampir semua dinamika yang terjadi di tubuh PBNU selalu berujung pada kebaikan.

“Apa yang terjadi di pusat itu sepenuhnya persoalan internal PBNU. Kami di wilayah, cabang, maupun kabupaten hanya menunggu penyelesaian dari pusat,” ungkapnya.

Adnan menambahkan bahwa berdasarkan AD/ART organisasi, otoritas tertinggi dalam pengambilan kebijakan berada di tangan Rais Aam.

“Tanfidziyah itu pelaksana dari kebijakan yang ditetapkan Rais Syuriyah. Jadi kita tunggu saja bagaimana penyelesaiannya di tingkat pusat. Ini bukan soal dukung-mendukung atau saling menyalahkan. Insyaallah akan ada keputusan terbaik dari Rais Aam bersama jajarannya,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *