Polman – editorial9 – Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Polman, menggelar DIklat Terpadu Dasar (DTD) angkatan yang ke-X.
Agenda yang dibuka langsung oleh Ketua PW GP Ansor Sulbar itu, dipusatkan di Desa Dakka, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, Jumat, 13/01/23.

Ketua PC Ansor Kabupaten Polman, Busyra Baharuddin, mengatakan sebagai bagian dari masa depan NU, kader GP Ansor harus siap melanjutkan estapet ke-NU-an serta siap bekontirbusi dalam pembangunan bangsa.
“Untuk bisa mengaktualisasikan pengabdian itu maka kader harus profesional di bidangnya masing-masing. Kader yang kepala desa, harus jadi kepala desa yang melayani dan dicintai rakyatnya, kader yang penyelenggara Pemilu harus menjaga intergritas,” ucap Busyra.
“Kader yang guru, harus jadi guru yang bisa menyampaikan ilmu dan teladan baik bagi murid-murdinya serta banyak latar belakang pekerjaan kader hari ini, yang semuanya harus dituntut professional dan berprestasi. Untuk menjadi professional, kader harus melatih diri mengembangkan kapasitas dan memperluas wawasannya,” sambungnya.
Selain itu, ia berharap kader GP Ansor khususnya di Kabupaten Polman, kedepannya dapat mewarnai perjalanan bangsa dengan produktif.
“Apalagi kita akan memasuki bonus demografis, yang notabene akan diwarnai oleh mayoritas usia pemuda dan dalam rangka menghadapi era revoluu industry 5.0 kita semua harus sipakan diri tentunya” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, kaderisasi yang terus digalakkan ini, merupakan wujud kesiapan GP Ansor dalam menyongsong satu abad NU.
“Ansor harus menyiapkan kader yang militan dalam mengabdi kepada Ulama, agama dan bangsa,” tutupnya.
Untuk diketahui, kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari ini, diikuti oleh 97 orang peserta, yang berasal dari berbagai latar belakang profesi. Diantaranya Anggota DPRD Sulbar, Risbar Berlian, para Kades, ustadz, guru hingga pendamping PKH.(Rls/Mp)






