Sulbar – editorial9 – KPID Provinsi Sulbar, mendorong TVRI untuk bersinergi dengan LPB dalam rangka mengatasi wilayah blankspot.
Ketua KPID Sulbar, Mu’min, mengatakan bahwa TVRI saat ini merupakan siaran yang dicari masyarakat. Hanya saja, siarannya masih terbatas dan tidak bisa dijangkau sebagian warga Sulbar.
“Padahal, siaran TVRI memiliki ciri dan karakteristik tersendiri dibanding dengan yang lain, dimana TVRI memiliki konten siaran yang bernuansa lokal,” ucap Mu’min, saat berkunjung ke Kantor TVRI, di Mamuju, Kamis, 12/01/23.
“Berbagai kearifan yang dikemas menjadi konten lokalitas inilah, yang membuat warga Sulbar menginginkan agar siaran TVRI bisa diakses,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya secara kelembagaan di KPID mendorong TVRI bersinergi dengan LPB untuk merepeater dan menyalurkan siarannya.
“Dengan demikian, siaran TVRI yang dulunya tak dapat diakses di wilayah tertentu, melalui kerjasama LPB siarannya langsung bisa dilihat oleh masyarakat pengguna jasa TV berlangganan,” ungkapnya.
“Dan sisi positifnya adalah khazanah kearifan lokal Sulbar, yang menjadi kebanggaan kita semua, pastinya semakin dikenal oleh masyarakat Sulbar dan orang-orang dari luar melalui siaran TVRI,” sambungnya.
Menanggapi masukan tersebut, Kepala Stasiun TVRI Sulbar, Fuad, mengaku akan melakukan tindak lanjut.
“Mengingat, adanya wilayah yang memang belum terjangkau siaran TVRI. Kami juga akan berkunjung balik ke KPID Sulbar, dengan harapan saling menguatkan dalam menata penyiaran di Sulbar, tutur Fuad.(Humas KPID Sulbar/Mp)






