Sulbar – editorial9 – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Sulawesi Barat (KPID Sulbar), melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Attahiriyah Annahdyiyah, Lombang-lombang, Kecamatan Kalukku, Mamuju,
Agenda dalam rangka KPID Sulbar Goes to Pesantren itu, digelar, Sabtu, 18/03/23.
Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sulbar, Hadrah, mejelaskan KPID melalui UU 32 tahun 2002 tentang penyiaran, mengamanatkan komisioner untuk mengawasi siaran televisi dan radio, dengan acuan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
“Kalau misalnya, ada santri yang menemukan siaran televisi atau radio, yang dianggap tidak sesuai dengan tuntunan atau P3SPS, bisa langsung melapor ke kantor KPID dijalan R.E Martadinata Simboro untuk ditindak lanjuti,” ucap Hadrah.
Selain itu ia menambahkan, Ponpes merupakan bagian penting bagi KPID, sebab misi menjadikan siaran sehat untuk masyarakat akan mudah terwujud dengan kolaborasi ustadz, ustadzah dan para santri serta santriwati yang telah dibekali ilmu agama oleh para kiyai yang sejalan dengan norma penyiaran yang ada.
“Sebutlah misalnya norma penyiaran yang perlu diperhatikan oleh lembaga penyiaran terkait kesusilaan dan kesopanan dalam bersiaran.Di Ponpes, ini jauh sebelumnya sudah diajarkan tentang norma kesusilaan dan kesopanan, bagaimana cara berpakaian, bertutur kata dan berpenampilan yang baik sesuai kaidah agama islam,” tambahnya.
Sementara itu, Korbid PIS, Nur Ali, mengatakan bahwa Ponpes merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai agama islam secara turun-temurun, sehingga pihaknya tidaklah sulit memberikan pemahaman soal aturan penyiaran ke para santri dan santriwati Ponpes Attahiriyah Annahdyiyah.
“Karena, pelajarannya sangat linear dengan norma penyiaran, santri dan santriwati sudah digembleng dan dibersihkan pikirannya oleh annang guru secara berkesinambungan, agar kelak menjadi tameng dari derasnya arus modernisasi yang gencar menggerogoti generasi muda kita saat ini,” ujar Nur Ali.
Korbid PS2P KPID Sulbar, Firman Getaran, mengajak para santri dan santriwati dapat menjadi agen perubahan membantu KPID menyampaikan pada sahabat, keluarga dan masyarakat agar lebih bijak memilah dan memilih siaran yang hendak ditontonnya.
“Berikan edukasi kepada mereka, tontonannya harus sesuai dengan tuntunan kita,” tukas Firman.
Di tempat yang sama, pimpinan Ponpes
Attahiriyah Annahdyiyah, Ahmad Multazam, selain berterimakasih pihaknya juga mengapresiasi jajaran komisioner KPID Sulbar, yang telah memberikan pemahaman ke para santri dalam rangka memilih siaran sehat.
“Santri dan santriwati, pada bulan ramadhan ini lebih banyak waktu liburnya, sehingga waktunya akan lebih banyak menonton televisi dan gadget,” tutur Ahmad Multazam.
Lebih lanjut, agenda komisioner KPID yang memberikan pemahaman pada santri tentang wawasan untuk memilih siaran sehat, dinilai sejalan dengan
sabda Rasulullah, Nabi Muhammad.SAW Min Husnil Islamil Mar’i Tarkuhu Mala Ya’anihi, artinya diantara kebaikan orang-orang islam itu adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.
“Ini sangat relevan dengan kedatangan KPID Sulbar, menguatkan hadits Nabi menyampaikan siaran yang sehat siaran yang islami,” tutupnya.
Untuk diketahui, dalam agenda tersebut jajaran komisioner KPID Sulbar, juga menyerahkan paket sembako pada keluarga besar Ponpes Attahiriyah Annahdyiyah.(*/Mp)






