Gubernur Harap BB PPKM Kurangi Beban Masyarakat

  • Whatsapp
Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar, secara simbolis menyerahkan BB PPKM ke masyarakat, di acara launching BB PPKM oleh Bulog Mamuju.(Dok : Ist)

Sulbar – editorial9 – Bantuan Beras Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (BB PPKM) 2021 dari Presiden RI, Jokowidodo, secara resmi dilaunching oleh Bulog cabang, Mamuju, yang dihadiri langsung Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar dan Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud, di Kantor Bulog Mamuju, Rabu, 21/07/21.

Diketahui, bantuan tersebut diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan KPM Bantuan Sosial Tunai (BST).

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar, dalam kesempatannya mengungkapkan program BB PPKM 2021, dalam rangka untuk mengurangi beban pengeluaran KPM, melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan beras, selama PPKM dalam menghadapi pandemi Covid19.

“Saya berharap, dengan adanya program bantuan beras PPKM 2021 ini, beban masyarakat Sulbar dapat berkurang. Tetap bersabar dan kita yakin pademi Covid-19 ini akan segera berakhir,” ucap Alibaal.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa alokasi bantuan setiap KPM memperoleh bantuan sebanyak 10 Kg per KPM dengan kualitas beras CBP medium.

“Sasaran program tersebut, berdasarkan data KPM PKH dan KPM BST yang tercatat dalam data Kemensos, yaitu 10 juta KPM PKH dan 10 juta KPM BST, dengan waktu pelaksanaan BB PPKM berlangsung selama 1 bulan,” ungkapnya.

“Kita berharap 20 ribu ton beras dan paket bantuan ini, dapat tersebar ke seluruh penjuru di Enam kabupaten di Sulbar serta dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat atau manfaat penerima,” sambung Alibaal.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Mamuju, Faris Sudirman, mengatakan, bantuan tersebut berdasarkan dari Intruksi Presiden RI, bahwa negara maupun pemerintah provinsi dan kota hadir di tengah-tengah masyarakat dan dapat mengurangi beban masyarakat.

“Jumlah KPM BB PPKM 2021 untuk enam kabupaten di Sulbar, yaitu Kabupaten Polewali Mandar, jumlah PKH 28,726, BST 14,405, total 43,131, kuantum per KPM 10 kilo gram, kebutuhan beras 431,310 kilo gram,” kata Faris.

Menurutnya, untuk Kabupaten Mamasa, jumlah PKH 9,412 , BST 7,782, total 17,194, kuantum/KPM 10 Kg, kebutuhan beras 171,940 Kg. Majene, jumlah PKH 12,392, BST 9,429, total 21,821, kuantum KPM 10 Kg, kebutuhan beras 218,210 Kg. Mamuju, jumlah PKH, 7,148, BST 8,038, total 15,186, kuantum atau KPM 10 Kg, kebutuhan beras 151,860 Kg.

“Pasangkayu, jumlah PKH 3,847, BST 6,084, total 9,931, kuantum per KPM 10 Kg, kebutuhan beras 99,310 Kg. Mamuju Tengah, jumlah PKH 2,278, BST 5,607, total 7,885, kuantum per KPM 10 Kg, kebutuhan beras 78,850 Kg,” tutur Faris.(Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *