MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat di tengah gejolak global yang semakin kompleks.
Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tokoh Agama bertajuk “Religious Leader: Kepemimpinan Tokoh Agama dalam Menjaga Ketahanan Sosial” di Hotel Grand Putra Mamuju, Kamis (16/4/2026).
Dalam sambutannya, Junda menyebut pembangunan manusia unggul dan berkarakter menjadi salah satu misi utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Ia menjelaskan, manusia unggul memiliki tiga ciri utama, yakni kekuatan spiritual, kecerdasan intelektual, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan.
“Lingkungan saat ini berubah sangat cepat. Hari ini bisa berbeda dengan besok, dan tantangannya semakin kompleks. Karena itu, SDM harus mampu menyesuaikan diri agar tetap eksis,” ujar Junda.
Menurut dia, dinamika global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kepentingan ekonomi dunia menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif. Ia juga menyinggung ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai logistik global, termasuk distribusi energi.
“Jika kondisi ini tidak terkendali, akan berdampak pada ekonomi global dan berimbas pada ketahanan sosial masyarakat,” katanya.
Junda menjelaskan, arah pembangunan Sulawesi Barat tahun 2025–2030 dengan visi “Maju dan Sejahtera” telah disusun untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. Pemerintah menargetkan peningkatan infrastruktur hingga 90 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen, serta penurunan angka kemiskinan ke kisaran 5–6 persen.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diselesaikan, seperti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di bawah rata-rata nasional, tingginya angka stunting yang mencapai sekitar 35 persen, serta daya saing daerah yang masih tertinggal.
“Kalau stunting tidak kita tangani, maka kita akan kesulitan mencapai generasi emas 2045,” tegasnya.
Ia meyakini tokoh agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tengah berbagai tekanan global.
Karena itu, Junda berharap melalui kegiatan ini para tokoh agama tidak hanya berperan dalam aspek keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi, termasuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan peningkatan kapasitas tokoh agama atau Religious Leader secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.(*)






