PASANGKAYU – Keresahan petani sawit di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), soal harga Tandan Buah Segar (TBS) akhirnya mendapat perhatian serius. Komisi II DPRD Sulbar bersama Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di perusahaan sawit PT Astra Grup, Jumat (22/8/2025).
Kunjungan ini dipimpin Ketua Komisi II DPRD Sulbar, Irwan SP Pababari, bersama sejumlah anggota komisi. Dari pihak Disbun hadir Plt. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP), Agustina Palimbong, serta pejabat fungsional penanganan konflik lahan, Syamsul Bahri dan Kamaruddin Lahiya.
Langkah ini dilakukan menyusul keluhan petani terkait harga TBS yang dinilai kerap merugikan mereka, serta polemik status Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang berbatasan dengan kawasan lindung maupun lahan masyarakat.
Dalam rapat bersama KPH Pasangkayu, Disperindag, dan manajemen PT Astra Grup, Komisi II menyoroti dua hal utama: transparansi harga TBS dan kejelasan batas HGU.
Ketua Komisi II DPRD Sulbar, Irwan SP Pababari, meminta perusahaan sawit tidak lagi semena-mena dalam membeli TBS dari petani.
“Kami mengharapkan perusahaan membeli sesuai harga yang telah ditetapkan tim penetapan. Selain itu, kemitraan dengan petani harus diperbaiki agar lebih adil dan saling menguntungkan,” tegas Irwan.
Sementara itu, Plt. Kabid PPHP Disbun Sulbar, Agustina Palimbong, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawasi industri sawit agar berjalan transparan dan berkelanjutan.
“Kami akan terus melakukan pembinaan dan memastikan perusahaan menaati penetapan harga yang adil. Ini penting demi keberlanjutan usaha perkebunan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Pejabat fungsional Disbun, Syamsul Bahri, menambahkan bahwa monev ini juga menjadi langkah antisipasi konflik agraria akibat tumpang tindih lahan.
“Kami ingin perusahaan taat regulasi, tidak ada lagi persoalan batas HGU yang merugikan masyarakat,” jelasnya.
Langkah DPRD dan Disbun Sulbar ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memastikan petani sawit tetap sejahtera di tengah gempuran industri besar.(*)






