Polman – editorial9 – Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Polman, kembali menyoroti kinerja Timsel Bawaslu di enam kabupaten se Sulbar.
Ketua JPPR Polman, Sudianto, menilai Timsel Bawaslu terkesan tidak professional dan tidak konsisten dengan tahapan seleksi, calon komisioner Bawaslu yang saat ini berjalan.
“Hal ini bisa dilihat, dengan terjadinya dua kali pengunduran waktu atau perpanjangan tahapan. Perpanjangan hasil pengumuman tertulis dan psikologi serta perpanjangan pengumuman hasil tes kesehatan dan wawancara,” ucap Sudianto, melalui press rilisnya, Jumat, 28/07/23.
Ia mengungkapkan, bahwa perpanjangan waktu tersebut tentu dapat menimbulkan spekulasi misalnya jangan sampai karena adanya tarik ulur keputusan Timsel.
“Kedua, proses transparansi nilai CAT peserta tidak diumumkan, kami membandingkan dengan rekrutmen Panwascam dan PPK beberapan bulan lalu yang langsung diumumkan keseluruhan hasilnya sesaat setelah tes selesai,” ungkapnya.
“Perekrutan Panwascam dan PPK yang notabenenya hanya setingkat kecamtan harusnya pada level kabupaten juga bisa lebih transparan dalam mengumumkan hasilnya,” sambungnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa dalam prosesnya, peserta seleksi tidak dapat mengakses atau mempertanyakan hasil psikotestnya.
“Seperti apa atau penyebab seseorang tidak lulus psikotes, termasuk tes kesehatan apa kriteria lulusnya,” ujarnya.
Hal lain, kata Sudianto, rekrutmen pembentukan Timsel diadakan tertutup sehingga rekam jejaknya tidak terbaca secara utuh.
“Olehnya, keempat masukan kami di atas adalah bagian dari ikhitar kami menyamapaikan gagasan dan krtiktikan demi perbaikan pelaksanaan Pemilu,” tutupnya.(Mp)






