Mamuju – Lomba perahu tradisional Katinting Race Sulbar seri ke-5 yang digelar di Pantai Arteri Mamuju resmi ditutup pada Minggu (28/9/2025). Ajang balap perahu bermesin kecil khas pesisir Sulbar dan Sulsel ini diikuti 46 peserta dari dua provinsi dan sukses menyedot perhatian masyarakat.
Penutupan dilakukan oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Pengendalian Industri Pariwisata, Andi Saiful Rauf, yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Bau Akram Dai. Dalam sambutannya, Andi Saiful menekankan pentingnya menjaga kelestarian perahu tradisional katinting sebagai bagian dari budaya pesisir dan kearifan lokal.
“Katinting adalah perahu tradisional yang sejak lama dikenal masyarakat Sulbar dan Sulsel. Maka menjadi penting bagi kita untuk menjaga kelestariannya sebagai bentuk penghormatan pada kearifan lokal yang kita miliki,” ujar Andi Saiful.
Selain aspek budaya, ia menilai lomba ini juga memberi dampak positif bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dan UMKM. Menurutnya, event semacam ini harus memberi ruang bagi masyarakat untuk memasarkan produk, terutama di sektor kuliner.
“Di Katinting Race ini, para pelaku UMKM mendapat kesempatan memasarkan produk mereka. Dampaknya cukup signifikan terhadap ekonomi lokal,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur, Salim S. Mengga (SDK–JSM), yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Di akhir sambutan, mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Andi Saiful berkomitmen menjadikan Katinting Race sebagai salah satu event unggulan pariwisata daerah.
“Lomba Katinting ini bukan hanya soal pelestarian budaya, tetapi juga berdampak pada ekonomi kreatif. Karena itu, kami akan mendorong event ini menjadi salah satu unggulan pariwisata Sulbar,” tegasnya.
Dalam seri ke-5 di Mamuju, peserta dari Majene keluar sebagai juara dan berhak membawa pulang piala bergilir Gubernur Sulbar. Selain itu, para pemenang juga menerima uang pembinaan dari panitia.(*)






