Kebiasaan Baru Hijrah di Masa Pandemi Covid19

Ketua PW.GP Ansor Sulbar, Sudirman.Az.(Dok :Mp)

Sulbar – editorial9 – Bulan Agustus Tahun 2021 ini, masyarakat yang beragama Islam di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), diperhadapkan pada dua momentum besar. Selain hari proklamasi kemerdekaan juga di momentum kali ini diperhadapkan dengan masuknya Tahun baru Islam 1443 Hijriah. Dalam sejarahnya, momentum bulan Hijriah sendiri diwarnai dengan berbagai peristiwa, yakni hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 Masehi. Kisah lainnya adalah Diterimanya taubat Nabi Adam. Dilahirkannya Nabi Musa. Dinginnya api di tangan Nabi Ibrahim. Diangkatnya azab kaum Nabi Yunus. Kembalinya penglihatan Nabi Ya’qub. Dikeluarkannya Nabi Yusu dari penjara. Hingga Nabi Sulaiman yang diberi singgasana.

Di kalangan masyarakat muslim, bulan Hijriah juga dikenal dengan nama bulan Muharram atau bulan ke 1 dalam kalender Islam. Dinamai bulan Muharram, lantaran di momentum pra Islam masyarakat atau petinggi kerajaan dilarang untuk melakukan aktivitas peperangan. Para raja terdahulu pun juga sangat mengagumkan bulan Muharram ini. Salah satu cara raja-raja terdahulu mengagumkannya adalah dengan tidak melakukan aktivitas dan memilih bersantai di singgasananya. Dikalangan ummat mayoritas muslim sendiri, terdapat beberapa amalan yang rutin dilakukan dalam menyambut bulan Muharram ini. Diantaranya berpuasa, ziarah ke makam orang alim, menjenguk orang sakit, celak mata, mengusap ke kepala anak yatim, bersedekah, memotong kuku, hingga membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

Bacaan Lainnya

Selain itu, beberapa aktivitas lain yang sering dilakukan khususnya mayoritas masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat adalah melakukan tradisi selamatan.Tradisi selamatan yang sudah turun-temurun itu, dilakukan dengan cara berkerumun atau berkumpul di Masjid dengan menyajikan berbagai jenis makanan siap saji. Kebiasaan tersebut dilakukan, di malam pertama masuknya bulan Muharram dan malam ke 10 Muharram.

Seiring dengan andanya pandemi Covid19 yang sudah dua tahun terakhir ini mewabah di seluruh penjuru dunia, kebiasaan di masyarakat tersebut pun terbentur dengan adanya kebiasaan baru dan berbagai larangan yang dicanangkan oleh pemerintah, seperti larangan berkerumun hingga menjaga jarak. Hal itu dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Terkait hal tersebut, kebiasaan baru yang saat ini dicanangkan oleh pemerintah sebagai upaya mencegah terjadinya penyebaran virus Covid19, merupakan bagian dari hijrah. Karena di masa pandemi ini, terdapat suasana baru seperti larangan berkumpul, wajib memakai masker saat beraktivitas di luar rumah hingga mencuci tangan, yang mengharuskan masyarakat untuk beradaptasi, lantaran sebelum pandemi mewabah, kebiasaan baru itu tidak lazim dilakukan.

“Intinya saya sepakat dengan pernyataan yang pernah disampaikan oleh menteri agama Republik Indonesia, Gus Yaqut, karena masa pendemi ini kan ada suasana baru. Kalau itu bahasanya bahwa ini adalah hijrah, maka ini bagian dari Hijrah,” ucap Sudirman.Az, Ketua PW.GP.Ansor Sulawesi Barat, saat dikonfirmasi via telepon, Selasa, 31/08/21.

Selain beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang dikenal dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes), masyarakat juga diharapkan untuk ikut andil dalam mensukseskan program vaksinasi Covid19, yang saat ini gencar dilakukan. Karena hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Ansor tetap mendukung pemerintah dan menghimbau pada masyarakat untuk ikut vaksin, karena vaksinasi ini adalah bagian dari upaya menguatkan imun tubuh dari virus,” tambah Sudirman.

Meskipun telah melakukan vaksinasi, protokol kesehatan Covid19, khususnya 6 M, memakai masker, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak⁣⁣, mengurangi mobilitas, menjaga pola makan sehat dan istirahat cukup⁣dan menjauhi kerumunan, harus senantiasa tiasa diterapkan.

“Walaupun sudah vaksin terlebih yang belum melakukan vaksinasi, Prokes yang 6 M itu, harus selalu dilakukan. Minimal kita tidak menyebar virus,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *